Apa kamu masih ingat dengan franchise Terminator? Jika iya, kamu pasti tahu dengan kekacauan yang ditimbulkan dari kecerdasan buatan (AI). Nah, sepertinya pejabat di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) lupa, nih, dengan kisah kecerdasan buatan (AI) dalam film Terminator. Mengingat betapa bahayanya itu.
Pada tahun 2017, jauh sebelum murid sekolah bisa mencontek esai dari ChatGPT, DoD sebenarnya sudah meluncurkan Tim Lintas Fungsi Perang Algoritma, alias Proyek Maven. Tujuan awalnya terdengar sederhana, yakni dengan menggunakan AI untuk mengotomatiskan drone, melakukan pengintaian, mengumpulkan intelijen, dan membantu manusia membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat tentang siapa yang harus dibunuh.
Kita beranjak ke Maret 2024, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa 70 persen program Badan Proyek Riset Lanjut Pertahanan AS (DARPA) mengintegrasikan AI dalam beberapa bentuk. Apa, sih, tujuannya? Tidak seperti arahan awal Proyek Maven, DARPA bermaksud untuk mengembangkan sistem senjata yang sepenuhnya otomatis dengan bantuan Microsoft, Google, OpenAI, dan Anthropic. Bagaimana, ya, penjelasan selanjutnya? Mari kita cari tahu!
