Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Delta Force, Satuan Elite AS yang Menangkap Presiden Venezuela

potret pasukan Delta Force yang turun dari helikopter Black Hawk saat masuk (insertion) ke wilayah musuh dalam operasi militer di Suriah tahun 2015 silam
potret pasukan Delta Force yang turun dari helikopter Black Hawk saat masuk (insertion) ke wilayah musuh dalam operasi militer di Suriah tahun 2015 silam (commons.wikimedia.org/Petty Officer 1st Class Elisandro T. Diaz)

Salah satu berita internasional terhangat akhir-akhir ini adalah konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Sebagaimana diberitakan oleh BBC, dalam konflik militer tersebut pihak militer AS berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya dalam beberapa jam pertama setelah AS melakukan eskalasi militer dan aksi serangan udara di Venezuela pada dini hari tanggal 3 Januari 2026 waktu setempat. Maduro ditangkap karena dituduh AS terlibat dalam terorisme narkoba. Sejumlah media internasional memberitakan bahwa pasukan yang melakukan penangkapan tersebut adalah satuan elite dari US Army (AD AS): Delta Force.

Delta Force atau yang memiliki nama resmi 1st Special Forces Operational Detachment–Delta (1st SFOD-D) yang juga dikenal sebagai Task Force Green adalah satuan militer operasi khusus AS yang memiliki kemampuan kontra terorisme, penyelamatan sandera, pengintaian khusus dan aksi langsung penangkapan target militer bernilai tinggi. Mereka dapat beroperasi kapan pun dan di mana pun. Dalam budaya populer, sepak terjang pasukan ini digambarkan dalam salah satu film lawas militer terkenal berjudul Black Hawk Down arahan sutradara Ridley Scott (rilis 2001) dan juga seri game perang fenomenal Call of Duty.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai sepak terjang Delta Force, pasukan Tier-one militer AS ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Dibentuk pada tahun 1970-an dan beroperasi dalam kerahasiaan tinggi

Dilansir laman National Interest, Delta Force dibentuk pada tahun 1977 oleh seorang perwira Angkatan Darat "Green Beret" AS yang bernama Charlie Beckwith. Pasukan tersebut dibentuk setelah serangkaian serangan teroris terjadi di sejumlah tempat, sehingga militer AS berpikiran untuk membentuk tim permanen khusus untuk melakukan operasi kontra terorisme. Format Delta Force mengambil model dari satuan elite asal Inggris yang bernama SAS (Special Air Service) dan dibagi menjadi 4 skuadron yang menspesialisasikan diri dalam berbagai misi operasi khusus.

Sebagai salah satu pasukan Tier-one dalam tubuh militer AS mungkin nama Delta Force masih kalah tenar dibandingkan dengan satuan elite asal AL AS yaitu US Navy Seals, karenanya kesan misterius masih begitu kental di satuan elite asal AD AS ini. Seluruh operasi militer Delta Force diselimuti oleh kerahasiaan tingkat tinggi dan para prajuritnya biasanya mengikuti kode yang dikenal dengan "code of silence" sehingga detail aksi militer tersebut jarang dipublikasikan dan publik hanya tahu hasil akhirnya. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa AD AS tak pernah merilis lembar fakta resmi untuk tim Delta Force.

2. Hanya yang terbaik bisa lolos seleksi ketatnya

potret pasukan Delta Force dalam pakaian sipil yang mengawal Jenderal Norman Norman Schwarzkopf selama Perang Teluk di tahun 1991 silam
potret pasukan Delta Force dalam pakaian sipil yang mengawal Jenderal Norman Schwarzkopf selama Perang Teluk di tahun 1991 silam (commons.wikimedia.org/Staff Sergeant Dean W. Wagner)

Untuk menjadi seorang operator Delta Force, dibutuhkan kemampuan fisik dan psikis yang mumpuni karena dalam tim kecil mereka akan dilibatkan dalam sebuah operasi militer rahasia yang kompleks yang tak bisa dilakukan oleh pasukan reguler, penuh dengan tekanan di lapangan serta harus cepat beradaptasi dalam setiap misi yang dijalankannya. Hanya seorang prajurit terbaik yang dapat lolos menjadi operator Delta Force ini. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa tingkat kegagalan seorang kandidat Delta Force mencapai sekitar 90% atau secara umum dari 10 orang kandidat hanya ada 1 kandidat yang akan lulus menjadi anggota Delta Force

Menurut laman Britannica, Delta Force merekrut anggotanya dari anggota pasukan lain di tubuh militer AS, utamanya dari pasukan US Ranger. Selain rekam jejak yang cemerlang, kandidat harus memiliki setidaknya 2,5 tahun masa dinas wajib militer yang tersisa dan telah mencapai pangkat setidaknya kopral. Kualifikasi meliputi kemampuan navigasi darat malam, evaluasi mental oleh dewan peninjau dan uji stamina yang dikenal sebagai "The Long Walk" , sebuah perjalanan sejauh 64 km dengan ransel seberat 20 kg yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu serta banyak ujian fisik lainnya yang menuntut kemampuan fisik dan kardiovaskuler yang sangat baik.

3. Operasi pertamanya berakhir dengan sebuah kegagalan

potret reruntuhan salah satu helikopter yang terlibat dalam operasi "Eagle Claw" di sebuah gurun di Iran
potret reruntuhan salah satu helikopter yang terlibat dalam operasi "Eagle Claw" di sebuah gurun di Iran (commons.wikimedia.org/Bahram Mohammadifard)

Salah satu fakta unik dari satuan elite Delta Force ini adalah operasi pertamanya berujung dengan kegagalan karena permasalahan alam dan logistik. Menurut laman US Army Airborne & Special Operations Museum , operasi pertama Delta Force adalah operasi militer yang bertajuk "Eagle Claw" pada tanggal 24 April 1980 yang merupakan sebuah operasi militer untuk menyelamatkan 52 staff kedutaan AS yang ditawan oleh pihak Revolusioner Iran . Operasi militer ini diperintahkan oleh Presiden AS saat itu, Jimmy Carter dan merupakan operasi pertama pasukan Delta Force yang menghadapi banyak kendala di lapangan hingga berujung pada kegagalan.

Pada tanggal 24 April 1980, Operasi "Eagle Claw" dimulai ketika 8 helikopter RH-53D Sea Stallion milik AL AS lepas landas dari dek kapal induk USS Nimitz di Laut Arab untuk bertemu dengan 6 pesawat angkut C-130 Hercules di sebuah gurun di wilayah Iran yang diberi kode Desert One. Di perjalanan, helikopter-helikopter tersebut kemudian menghadapi haboob atau badai gurun pasir yang dahsyat yang merusak sejumlah helikopter sehingga operasi penyelamatan tak mungkin dilakukan. Presiden Carter membatalkan operasi tersebut, ketika pasukan bersiap menarik diri, sebuah helikopter RH-53D menabrak pesawat angkut C-130 yang membawa bahan bakar tambahan sehingga terjadi kebakaran dan membunuh 5 awak udara dan 3 orang Marinir AS.

4. Terlibat dalam sejumlah operasi militer pasukan AS

potret pasukan Delta Force yang beroperasi di Afghanistan pada tahun 2001 silam
potret pasukan Delta Force yang beroperasi di Afghanistan pada tahun 2001 silam (commons.wikimedia.org/Dalton Fury)

Meskipun pernah berada di bawah bayang-bayang kegagalan operasi "Eagle Claw di tahun 1980", namun Delta Force juga telah berhasil melakukan sejumlah misi, catatan sejarah menuliskan keterlibatan pasukan Delta Force bersama US Navy Seals dalam menangkap penguasa de facto Panama Manuel Noriega karena perdagangan obat-obatan terlarang selama invasi AS ke Panama di tahun 1989 pada masa pemerintahan Presiden HW Bush. Menurut laman Military Watch Magazine, sejumlah operasi militer besar Delta Force yang terungkap ke publik antara lain operasi di belakang garis pertahanan Irak dalam Perang Teluk di tahun 1991.

Kemudian operasi militer di Somalia pada tahun 1993, yang menyebabkan 2 operatornya dianugerahi Medal of Honor secara anumerta setelah gugur dalam pertempuran Mogadishu. Delta Force diketahui terlibat dalam perang lanjutan di Irak dan Afghanistan serta di Suriah ketika mereka berhasil menyergap pimpinan tertinggi kelompok ISIS di sana. Yang terbaru adalah operasi yang mereka lakukan di tanggal 3 Januari 2026 kemarin di Venezuela ketika berhasil menangkap Presiden Maduro. Publikasi oleh Presiden AS Donald Trump tentang gambar Presiden Maduro yang diborgol dan ditutup matanya di kapal perang USS Iwo Jima setelah penangkapannya merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah Delta Force.

5. Didukung oleh tim mobilitas udara berjuluk "Night Stalkers"

potret helikopter dari  160th SOAR "Night Stalkers" yang mendukung operasi pasukan khusus seperti Delta Force
potret helikopter dari 160th SOAR "Night Stalker" yang mendukung operasi pasukan khusus seperti Delta Force (commons.wikimedia.org/The U.S. Army)

Dalam menjalankan setiap misinya yang membutuhkan mobilitas udara, Delta Force selalu didukung oleh operator khusus mobilitas helikopter yang bernama 160th Resimen Penerbangan Operasi Khusus (SOAR/Special Operations Aviation Regiment) yang memiliki julukan atau nicknamed terkenal "Night Stalkers". Night Stalkers terdiri atas pilot-pilot serta prajurit yang sangat terlatih dalam mengoperasikan helikopter pengangkut pasukan dan perlengkapannya. Mereka memiliki kemampuan untuk membawa pasukan elite, melakukan pengintaian hingga penyerangan dengan helikopter dalam misi khusus beresiko dan bernilai tinggi dalam berbagai situasi serta kondisi cuaca.

Menurut laman American Special Ops, Night Stalkers mengoperasikan helikopter-helikopter multifungsi militer AS yang sudah dimodifikasi khusus, seperti: MH-47G Chinook, MH-60M Black Hawk, MH-60M DAP (varian gunship) dan AH-6M/MH-6M Little Bird. Dari video yang beredar di kanal berita online dan sejumlah media sosial kita mengetahui bahwa banyak helikopter terbang rendah di atas ibu kota Venezuela pada malam penangkapan Presiden Maduro. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu satuan elite militer paling rahasia asal AS, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Misi Luar Angkasa 2025, Ada dari NASA hingga SpaceX

06 Jan 2026, 19:06 WIBScience