Anjing Lhasa Apso (commons.wikimedia.org/Alzheimer)
Ciri fisik dan fungsi penjagaan yang dimiliki Lhasa Apso juga memengaruhi cara ras ini dikenali dalam dunia anjing modern. Lhasa Apso awalnya memiliki kedudukan yang berbeda dalam klasifikasi organisasi anjing internasional karena kemiripan fisiknya dengan jenis tertentu. Masih dari laman Greenfield Puppies, American Kennel Club sempat memasukkan ras ini ke dalam kelompok Terrier saat pertama kali diakui pada tahun 1935.
Namun, identitas aslinya sebagai anjing pendamping yang berasal dari lingkungan biara membuat klasifikasi tersebut berubah total di kemudian hari. Organisasi tersebut akhirnya memindahkan Lhasa Apso ke dalam kelompok Non-Sporting pada tahun 1959. Keputusan ini diambil karena karakter fungsionalnya yang lebih fokus pada penjagaan bangunan daripada aktivitas berburu seperti kelompok Terrier.
Lhasa Apso merupakan bagian dari sejarah Tibet dengan fungsi penjagaan dan nilai spiritual yang melekat erat. Karakter fisik serta sifat waspadanya terbentuk dari adaptasi di lingkungan dataran tinggi selama ribuan tahun secara alami. Riwayat hidup di biara dan istana membentuk anjing ini sebagai pendamping yang punya kemandirian serta kesetiaan terhadap pemiliknya yang tetap eksis hingga saat ini.