Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Menarik Albatros Kaki Hitam, Kemampuan Adaptasinya Luar Biasa
Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/DKRKaynor)
  • Albatros kaki hitam, burung laut di belahan bumi utara, memiliki panjang tubuh 68-74 cm dan lebar sayap 1,9-2,2 meter. Populasi terbesar berada di Northwestern Hawaiian Islands.
  • Mereka memakan cumi, ikan, telur ikan, dan krustasea pelagis. Namun juga diketahui mengonsumsi sampah plastik yang terdampar di laut.
  • Pasangan albatros kaki hitam monogami seumur hidupnya. Mereka bereproduksi setelah berusia tujuh tahun dan sarangnya sederhana berada di pasir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Albatros kaki hitam atau black-footed albatross merupakan burung laut yang menghuni belahan bumi utara. Mereka berada dalam famili Diomedeidae dan memiliki nama ilmiah Phoebastria nigripes. Panjang tubuhnya kisaran 68--74 sentimeter, beratnya 2,6--4,3 kilogram dan lebar kepakan sayapnya mencapai 1,9--2,2 meter. Seluruh bulunya hampir berwarna hitam.

Beberapa burung dewasa punya tanda putih di pangkal paruh dan di bawah matanya. Jika kamu tertarik untuk mengenalinya lebih jauh, fakta-fakta berikut ini bisa membantumu!

1. Wilayah penyebaran albatros kaki hitam

Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/Greg Schechter)

Terdapat tiga spesies albatros yang menghuni bagian bumi utara, salah satunya adalah albatros kaki hitam. Setidaknya ada 12 lokasi perkembang biakan yang diketahui, tapi sekitar 97,5 persen dari total populasinya ditemukan membentuk koloni di Northwestern Hawaiian Islands, dari Atol Kure hingga Pulau Kaula. Populasi kecil juga ditemukan di Tori Shima, Bonin dan Senkaku di Jepang. Ada pula di lepas pantai Meksiko terutama Pulau Guadalupe.

Animalia menginformasikan bahwa persebarannya di lautan berbeda beda sesuai musim, tapi masih memanfaatkan wilayah Pasifik Utara untuk mencari makan dari Alaska hingga California dan Jepang. Terkadang, albatros kaki hitam juga terlihat di belahan bumi selatan.

2. Menu makannya sangat beragam

Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/National Marine Sanctuaries)

Berdasarkan informasi dari All About Birds, albatros kaki hitam bisanya menangkap mangsa di dekat permukaan laut. Mereka memakan berbagai jenis cumi, ikan, telur ikan terutama dari ikan terbang da krustasea pelagis. Albatros kaki hitam keluar mencari makan di siang hari, tapi terkadang juga saat malam hari.

Mereka bahkan tidak masalah untuk memangsa bangkai dari mamalia laut. Sayangnya, albatros kaki hitam diketahui mengonsumsi sampah plastik yang mengembang di permukaan laut. Biasanya ada telur ikan terbang yang menempel di sana sehingga albatros kaki hitam menganggapnya sebagai mangsa.

3. Pemalu dan sangat gugup saat berada di darat

Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/Oregon Department of Fish and Wildlife)

Spesies albatros ini dikenal mudah bergaul dan penuh rasa ingin tahu. Saat masih kecil, mereka cenderung berkeliaran dan mengambil banyak benda kecil untuk dimainkan. Ketika sudah dewasa, wilayah jelajahnya bisa mencapai 48,28 kilometer, karena suka mengikuti kapal selama kurang lebih 4--6 jam. Akan tetapi, saat berada di darat, mereka sangat pemalu dan gugup serta menyerang manusia jika merasa terganggu, dilansir Animal Diversity.

4. Punya adaptasi luar biasa untuk hidup di lautan

Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/Caleb Putnam)

Hidup di lautan tidak semudah itu, karenanya albatros kaki hitam punya adaptasinya sendiri. Kemampuan terbangnya sangat baik, mereka bisa tetap mengudara selama berjam-jam dan biasanya hanya mendarat di air untuk mencari makan atau beristirahat. Tidak hanya itu, albatros kaki hitam juga punya hidung berbentuk tabung yang digunakannya untuk menyaring garam.

Melansir American Bird Concervancy, hal tersebut memungkinkannya untuk meminum air laut tanpa perlu khawatir merasa terdehidrasi. Albatros kaki hitam punya penciuman tajam yang memudahkannya untuk mencari makan.

5. Ritual pertunjukannya sangat menarik

Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/Betina Arrigoni)

Semua albatros terkenal karena ritual tarian pendekatannya saat musim kawin, tak terkecuali albatros kaki hitam. Pasangan kawin saling berhadapan dan membungkuk, menyentuhkan paruhnya serta mengayunkan kepala ke depan dan belakang. Mereka juga melebarkan sayapnya dan mengarahkan paruhnya ke langit sambil mengangkat kaki. Tarian tersebut diiringi oleh vokalisasi khusus.

6. Sistem perkawinan albatros kaki hitam

Albatros kaki hitam (commons.m.wikimedia.org/Betina Arrigoni)

Sistem perkawinan albatros kaki hitam adalah monogami, kawin dengan satu pasangan untuk seumur hidupnya. Mereka mulai bereproduksi setelah berusia tujuh tahun dan kawin setiap dua tahun. Sarang yang dibangunnya sangat sederhana, berada di pasir. Betina menempatkan satu telurnya yang dierami oleh keduanya secara bergantian selama 65 hari.

Waktu jantan mengerami telur-telurnya lebih banyak daripada betina. Rata-rata yang dihabiskan untuk pergantian inkubasi adalah 18 hari. Akan tetapi, pasangan biasanya menunggu hingga 38 hari dan jika terjadi sesuatu bisa selama 49 hari tanpa makan dan minum. Setelah menetas, anak-anaknya sudah bisa terbang pada usia 140 hari.

Kehidupan albatros kaki hitam pada umumnya sama seperti albatros lainnya. Mereka punya adaptasi khusus untuk bertahan hidup di lautan. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Near Threatened oleh IUCN. Akan tetapi, tren populasinya mengalami peningkatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team