ilustrasi aurora (unsplash.com/@v2osk)
Aurora dapat menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang ingin menikmatinya secara langsung. Tidak heran apabila banyak turis asing yang rela terbang jauh, hanya untuk melihat seperti apa aurora indah yang terpancar.
Aurora tersendiri terbagi dalam dua jenis, yaitu aurora borealis dan aurora australis. Dilansir Forbes, untuk menikmati aurora borealis, kamu dapat mengunjungi beberapa negara, seperti Swedia, Islandia, Norwegia, dan Finlandia yang secara umum terletak di Eropa.
Sementara untuk aurora australis, lokasi yang bisa dikunjungi adalah di Selandia Baru, Tasmania, Antartika, Pulau Georgia Selatan, hingga Kepulauan Fakland. Namun, pastikan kamu mengunjungi negara-negara tersebut pada waktu yang tepat.
Keindahan aurora memang seolah menjadi fenomena alam yang ditunggu-tunggu. Ada berbagai penjelasan ilmiah yang melatarbelakangi hadirnya aurora di langit. Apakah kamu sudah pernah melihatnya secara langsung?
Di mana saja kita bisa melihat aurora? | Aurora biasanya muncul di daerah sekitar kutub magnetik bumi. Di Kutub Utara, fenomena ini disebut Aurora Borealis (Cahaya Utara), sedangkan di Kutub Selatan disebut Aurora Australis (Cahaya Selatan). |
Mengapa aurora memiliki warna yang berbeda-beda? | Warna aurora ditentukan oleh jenis gas di atmosfer yang bertabrakan dengan partikel matahari dan ketinggian tempat tabrakan itu terjadi. Misalnya:Hijau: Hasil tabrakan dengan molekul oksigen pada ketinggian rendah (sekitar 100-300 km).Merah: Hasil tabrakan dengan oksigen pada ketinggian yang lebih tinggi.Biru/Ungu: Hasil tabrakan dengan molekul nitrogen. |
Apakah aurora berbahaya bagi manusia? | Secara langsung, aurora tidak berbahaya bagi manusia di permukaan bumi karena atmosfer melindungi kita. Namun, badai geomagnetik yang sangat kuat (yang memicu aurora besar) dapat mengganggu sinyal GPS, komunikasi radio, dan jaringan listrik. |