ilustrasi serak jawa (unsplash.com/andyc)
Perubahan iklim berdampak pada keberlangsungan serak jawa, terutama yang tinggal di belahan bumi utara. Seperti yang diungkapkan laman Animal Diversity Web, serak jawa gak punya cadangan lemak yang bisa melindunginya dari dinginnya udara. Musim dingin yang berlangsung lama akibat perubahan iklim membuat serak jawa mati kedinginan atau tidak bisa berkembang biak pada musim berikutnya.
Selain itu, penggunaan pestisida juga bisa membahayakan populasi serak jawa. Betina yang secara tidak langsung mengonsumsi pestisida menghasilkan telur dengan kulit yang tipis dan rapuh.
Serak jawa bisa menjadi pengusir hama tikus alami di area pertanian. Semoga saja keberadaan mereka tetap lestari, sehingga bisa memberikan manfaat bagi manusia.
Setelah tahu keenam faktanya, bagaimana pendapatmu tentang burung hantu ini?
Mengapa Serak Jawa sering disebut sebagai "Burung Hantu Berwajah Hati"? | Hal ini dikarenakan bentuk cakram wajahnya yang sangat khas menyerupai bentuk hati. Struktur wajah ini bukan sekadar hiasan, melainkan berfungsi mengarahkan suara langsung ke lubang telinga mereka untuk pendengaran yang lebih tajam. |
Apa makanan utama dari Serak Jawa? | Mereka adalah pemakan daging (karnivora) yang sangat efisien. Makanan utamanya adalah mamalia kecil, terutama tikus. Karena kegemarannya memburu tikus, burung ini sering digunakan oleh petani sebagai pembasmi hama alami di perkebunan atau persawahan. |
Di mana biasanya Serak Jawa membangun sarang? | Sesuai namanya dalam bahasa Inggris (Barn Owl), mereka sering bersarang di tempat-tempat tinggi yang sepi seperti lumbung padi, menara gereja, atau gua. Mereka tidak membangun sarang dari ranting, melainkan hanya mencari ceruk yang aman. |