Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
fakta hewan kukang
kukang (pexels.com/SONIC)

Intinya sih...

  • Kukang hidup di Asia Selatan dan Tenggara, aktif di malam hari, sulit ditemukan siang hari

  • Kukang memiliki racun yang mampu melumpuhkan musuh, kelenjar brakialis menghasilkan racun saat terancam

  • Kukang soliter dan nokturnal, berkomunikasi dengan menyebarkan aroma, tidak mentolerir kehadiran jantan lain di wilayahnya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apa yang kamu pikirkan jika berbicara tentang kukang? Yah, benar. Kukang adalah hewan primata imut yang identik dengan bola mata besar dan sifatnya yang pemalu. Selain itu, kukang juga termasuk hewan nokturnal karena aktif dimalam hari. Jadi bukan hal yang mudah untuk menemukan kukang di setiap waktu.

Meski terkenal sebagai hewan pemalu, ternyata kukang termasuk salah satu hewan yang harus diwaspadai. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kukang, mari simak beberapa penjelasan di bawah ini.

1. Kukang adalah primata yang hidup di Asia Selatan dan Tenggara

ilustrasi kukang (commons.wikimedia.org/Rushen)

Keberadaan kukang memang sulit dideteksi. Karena aktivitasnya di malam hari sehingga sangat mustahil untuk menemukan mereka di siang hari. Dibutuhkan usaha yang keras untuk dapat bertemu dengan mereka. Bahkan kamu harus rela menunggu berjam-jam di malam hari untuk dapat menemukan mereka.

Dilansir Since Focus, Kukang merupakan primata yang hidup di hutan hujan di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Dan jumlah spesies yang diketahui sampai sekarang itu ada tiga spesies termasuk kukang kerdil, kukang Bengal, dan kukang Sunda.

2. Memiliki racun yang mampu melumpuhkan musuh

Meskipun kukang dikenal dengan hewan yang lucu dan imut namun hewan ini sangat perlu untuk diwaspadai. Karena kukang termasuk hewan primata beracun yang mampu melumpuhkan musuhnya jika dalam keadaan terancam. 

Dilansir Scince Focus, Kukang memiliki kelenjar brakialis yang terletak di bagian dalam lengannya. Kelenjar ini mampu mengeluarkan cairan yang menyengat dan berbahaya. Saat kukang merasa terancam, mereka akan menjilat kelenjar tersebut dan mencampurnya dengan air liur untuk menghasilkan racun. Dan saat mereka menggigit musuh, racun tersebut akan menembus pembuluh darah.

Racun ini akan menimbulkan rasa sakit, bengkak, dan bernanah. Akibat paling fatal dari racun ini adalah mampu membunuh mamalia kecil dan artropoda bahkan bisa menyebabkan syok anafilaksis, kelainan jantung, dan kematian pada manusia.

3. Termasuk hewan soliter dan nokturnal

ilustrasi kukang (pexels.com/sonic)

Kukang memang disebut sebagai primata nokturnal dikarenakan hanya beraktivitas di malam hari. Dan biasanya mereka ditemukan menyendiri.

Dilansir Duke Lemur Center, kukang dianggap sebagai pencari makan soliter, namun tidak jarang ditemukan bahwa wilayah satu pejantan tumpang tindih dengan wilayah betina. Dan faktanya adalah kukang jantan tidak akan mentolerir kehdiran jantan lain di wilayahnya.

Sebagai primata yang hidup soliter, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan menyebarkan aroma. Saat merasa terancam, kukang akan mengeluarkan bau yang menyengat untuk memberi peringatan.

4. Memiliki kaki dan tangan yang kuat

ilustrasi kukang (commons.wikimedia.org/David Haring)

Kukang mermang tinggal di pepohonan. Mereka akan berpindah dengan cara bergantung dari pohon yang satu ke pohon yang lain untuk mencari makan. Uniknya adalah bahwa kukang mampu bergantung di dahan pohon hingga berjam-jam tanpa merasa kesemutan atau mati rasa.

Dilansir San Diego Zoo, kukang memiliki jaringan kapiler khusus di bagian tangan dan kaki mereka yang disebut dengan retia mirabilia yang membantu mereka bergantung di dahan selama berjam-jam tanpa merasa kesemutan.

5. Status koservasi kukang

Karena dikenal sebagai salah satu hewan palin lucu dengan keunikannya, membuat kukang banyak diburu. 

Dilansir Fact Animal, Kukang termasuk hewan primata yang rentan, hingga terancam punah. Hal ini terjadi karena kukang banyak diburu oleh manusia untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan dan pengundulan hutan menyebabkan keberadaan mereka terancam punah.

Kukang memang hewan yang unik, ditambah dengan bola matanya yang besar dan bulat menjadikannya bertambah lucu. Namun faktanya kukang juga menjadi hewan yang berbahaya karena racun yang dimilikinya. Nah setelah mengetahui fakta di atas, apakah kamu tertarik untuk melihat kukang secara langsung? 

FAQ seputar fakta kukang

Apakah benar kukang adalah satu-satunya primata yang memiliki gigitan beracun?

Ya, benar. Kukang adalah primata satu-satunya di dunia yang memiliki racun. Racun ini dihasilkan dari kelenjar di lengan atas mereka. Saat merasa terancam, kukang akan menjilat kelenjar tersebut sehingga racun bercampur dengan air liur mereka, membuat gigitannya menjadi sangat berbahaya bagi lawan.

Bagaimana cara kukang melindungi dirinya selain dengan menggigit?

Selain gigitan beracun, kukang menggunakan kamuflase dan gerakan yang sangat lambat. Mereka bergerak dengan sangat senyap sehingga sulit dideteksi oleh predator. Selain itu, mereka sering menutupi wajah dengan tangan mereka saat terancam (perilaku yang sering disalahartikan manusia sebagai sikap "malu-malu").

Mengapa populasi kukang saat ini sangat terancam?

Ancaman utama bagi populasi kukang adalah perburuan liar untuk perdagangan hewan peliharaan eksotis dan hilangnya habitat akibat deforestasi. Banyak orang tertarik memeliharanya karena wajahnya yang lucu, padahal kukang adalah hewan liar yang stres jika hidup di lingkungan manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team