Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta di Balik Megahnya Sarang Sociable Weaver, Bak Apartemen!
sarang sociable weaver di Namibia (commons.wikimedia.org/mroszewski)

Kalau jalan-jalan ke alam liar Afrika Selatan, kamu mungkin sering menemukan apa yang terlihat seperti tumpukan jerami di atas pohon. Jangan kaget kalau beberapa di antaranya berukuran jumbo. Itu artinya, kamu baru saja menemukan sarang burung sociable weaver.

Yap, sociable weaver merupakan jenis burung pembuat sarang terbesar di dunia. Gak tanggung-tanggung, berat sarangnya mencapai 1 ton, lho!

Bagaikan apartemen di tengah sabana kering, sarang burung ini jadi naungan berbagai macam burung. Bagaimana cara sociable weaver membangun sarangnya? Yuk, simak lima fakta menakjubkan di balik sarang burung sociable weaver berikut ini!

1. Di balik sarang raksasa, ada arsitek berukuran mini

sociable weaver membawa bahan sarang (commons.wikimedia.org/Frank Vassen)

Siapa sangka kalau sarang raksasa berbobot satu ton merupakan hasil kerja keras burung berukuran mini. Sociable weaver merupakan salah satu jenis burung manyar. Mereka tampil sederhana dengan bulu cokelat dan tubuh mungilnya. Sepintas, mereka mirip burung gereja.

Burung asli Afrika Selatan ini hidup dalam koloni yang beranggotakan sampai ratusan ekor. Oleh karena itu, mereka perlu tempat tinggal yang besar. Dilansir San Diego Zoosociable weaver membangun sarang yang bisa terdiri dari 5—100 kamar dan menampung 10—400 ekor burung.

Sarang terbesar yang pernah dibangun burung ini tercatat berukuran lebar 6 meter, tinggi 3 meter, dan punya lebih dari 100 kamar. Besar banget, kan?

2. Menggunakan material berbeda-beda

seekor sociable weaver di dalam sarangnya (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Anggota koloni sociable weaver saling membantu membangun sarangnya. Umumnya, mereka menggunakan material berbeda-beda. Ada ranting kayu untuk bagian atap, rumput kering untuk memisahkan tiap kamar, dan jerami tajam untuk melindungi pintu masuk dari predator.

Tiap kamar juga dilapisi bulu dan kapas yang bikin hangat penghuninya selama musim dingin. Ruangannya berbentuk lingkaran dengan diameter 10—15 sentimeter, cocok untuk keluarga burung. 

Sociable weaver selalu melakukan perawatan terhadap sarangnya dengan mengganti material dengan yang baru supaya tetap kokoh. Gak cuma besar, sarang burung ini diketahui bisa digunakan sampai 100 tahun, lho!

3. Gak asal pilih pohon untuk dijadikan sarang

sarang sociable weaver di Namibia (commons.wikimedia.org/Harald Süpfle)

Sociable weaver gak asal pilih pohon untuk membangun sarangnya. Pohon yang dipilih biasanya berbatang lurus dan mulus, supaya sulit dipanjat oleh predator darat seperti ular. Pohon juga harus berdahan bercabang secara vertikal dan jauh dari permukaan tanah. 

Karena alasan itu, sociable weaver juga suka bersarang di tiang listrik. Terutama mereka yang tinggal di area yang jarang terdapat pohon besar. 

Namun, hal ini lumayan menimbulkan masalah. Dilansir Africa Geographic, perusahaan tenaga listrik dan telepon dibuat kewalahan untuk mendesain tiang listrik yang bisa menahan berat sarang sociable weaver. Pasalnya, berat sarang burung ini bisa berkali-kali lipat saat musim hujan akibat basah dan tergenang air. Saking beratnya, tiang listrik bisa roboh!

4. Sarang dibuka untuk semua, kecuali predator!

sarang sociable weaver di sebuah tiang listrik di Gurun Kalahari (commons.wikimedia.org/Dillon Marsh)

Menurut laman Britannica, di Gurun Kalahari yang jadi salah satu habitat sociable weaver, suhu udara siang hari saat musim panas bisa mencapai 43—46 derajat Celsius dan turun jadi 21—27 derajat Celsius saat malam hari. Suhunya bisa makin esktrem saat musim dingin, yakni mencapai –12 derajat Celsius.

Gak cuma untuk melindungi anggota koloni, sarang sociable weaver juga bagaikan penginapan di tengah kerasnya iklim gurun. Berbagai macam jenis burung mulai dari pygmy falcon sampai lovebird ikut bernaung sekaligus bersarang di dalamnya. Bahkan, burung bangkai dan elang suka bertengger di bagian atapnya.

Menariknya, sociable weaver sama sekali gak masalah kalau sarang raksasanya juga digunakan oleh jenis burung lain. Karena banyak penghuninya, sociable weaver bisa mengandalkan yang lain untuk memantau predator. Selain itu, mereka juga bisa tahu lokasi makanan dari yang lain.

5. Jadi rumah permanen bagi koloni dengan tali kekeluargaan yang erat

sekumpulan burung sociable weaver (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Sociable weaver gak melakukan migrasi. Mereka menetap di sarang yang sama sepanjang hidupnya. 

Burung ini memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat dengan anggota koloni lainnya. Sociable weaver berusia muda turut membantu menyediakan makanan bagi anak yang baru menetas. Bahkan, pasangan sociable weaver juga memberikan makanan bagi anak tetangganya. 

Anak sociable weaver yang dibesarkan oleh banyak burung dewasa lebih berpeluang untuk bertahan hidup daripada yang cuma dibesarkan oleh induknya. Komunikasi yang erat dan telah terjalin sejak usia muda sangat penting di dalam koloni, mengingat tiap anggota koloni perlu bekerja sama membangun dan merawat sarang raksasanya setiap waktu. 

Sekarang sudah tahu lebih banyak tentang sarang burung sociable weaver, kan? Bagaimana pendapatmu tentang sarang raksasa ini? Apa kamu tahu jenis burung lain yang juga membuat sarang berukuran besar? Bagikan di kolom komentar, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team