Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Fakta SWIM, Teknologi Mikro-Robot Penjelajah Samudra Milik NASA
robot SWIM (nasa.gov)

Tanpa teknologi yang mumpuni, kita tidak akan bisa mengeksplorasi luar angkasa dengan maksimal. Karena itu inovasi teknologi berperan sangat penting bagi studi astronomi dan ekspedisi ke planet lain.

Dilansir NASA, beberapa tahun terakhir ini mereka sedang mengembangkan teknologi baru yang sangat menjanjikan yaitu SWIM (Sensing With Independent Micro-Swimmers). Dengan ukuran kecil tapi canggih, SWIM dirancang untuk menyelami lautan luar angkasa, mencari tanda-tanda kehidupan, dan memahami lingkungan ekstrem yang belum pernah dijelajahi sebelumnya.

Sebagai salah satu teknologi paling inovatif yang baru dikembangkan beberapa tahun ini, NASA berhadap SWIM dapat menjadi langkah besar bagi manusia untuk menjawab salah satu pertanyaan fundamental yaitu bisakah kita hidup di luar Bumi?

1. Dirancang untuk mengeksplorasi lautan di luar angkasa

Salah satu unsur utama yang mendukung kehidupan yaitu air. Namun lautan di tempat lain seperti Europa, satelit Jupiter, dan Enceladus, satelit Saturnus, sangat dalam dan terdiri atas lapisan es jadi manusia tidak mungkin turun langsung ke sana. Sebab itu para peneliti beranggapan mereka butuh teknologi baru yang bisa menyelami lautan dan bisa bergerak secara mandiri. Itulah SWIM.

Dilansir NASA, saat Europa Clipper milik NASA tiba di Europa, bulan Jupiter, pada tahun 2030, wahana antariksa ini akan mulai menggunakan berbagai alat canggih termasuk SWIM untuk mempelajari satelit tersebut.

SWIM akan mengumpulkan data penting tentang komposisi kimia, suhu, tekanan, dan bahkan keberadaan biomolekul di lautan Europa. Data ini yang nantinya akan membantu para ilmuwan memahami lebih jauh apakah kondisi lautan tersebut mendukung kehidupan atau tidak.

2. Kolaborasi antara teknologi mikro-robotik dan AI

konsep operasi SWIM (nasa.gov)

SWIM tidak hanya mengandalkan perangkat keras mikro-robotik, tetapi juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Mikro-robot ini dapat bekerja secara mandiri maupun tim. Mereka bisa berbagi data dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks seperti memetakan lingkungan bawah laut secara detail.

Dilansir Tech Briefs, dengan bantuan AI, mikro-robot SWIM dapat mengenali pola dan hal-hal aneh dari data yang mereka kumpulkan. Mereka juga bisa langsung mengambil keputusan, seperti memilih rute terbaik untuk eksplorasi berdasarkan kondisi di sekitar. Kemampuan ini sangat penting untuk bersiaga kalau ada sesuatu yang tidak terduga.

3. Hanya seukuran ponsel

prototipe SWIM NASA (jpl.nasa.gov)

Salah satu keunggulan SWIM yaitu ukurannya yang sangat kecil, hanya sekitar 12 cm, seukuran ponsel. Karena ukurannya ini, mikro-robot bisa dimasukkan ke dalam cryobot, robot khusus yang bisa menembus lapisan es tebal dengan cara mencairkannya.

Kemudian cryobot akan membawa SWIM hingga mencapai lautan di bawah es. Setelah dilepaskan, mikro-robot ini akan menyebar dan menjelajahi area yang luas dengan efisien. Desain SWIM yang kecil membuatnya jadi sangat fleksibel. Selain itu, robot ini juga hemat energi, sehingga misi bisa berlangsung lebih lama dan jangkauannya lebih jauh dibanding teknologi sebelumnya.

Teknologi SWIM NASA membawa peluang besar dalam eksplorasi luar angkasa, khususnya dalam menjelajahi lautan tersembunyi di bawah lapisan es. Semoga dengan kehadirannya dapat memperluas pengetahuan kita dan menemukan potensi kehidupan di luar angkasa. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team