ilustrasi penumpang KRL (pexels.com/Heru Dharma)
Meski banyak diterapkan, efektivitas kereta khusus perempuan masih menjadi perdebatan di sejumlah negara. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini memang dapat membantu meningkatkan rasa aman penumpang perempuan dalam kondisi tertentu. Namun, tidak semua pihak menilai solusi ini cukup efektif dalam jangka panjang.
Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal International Journal of Comparative and Applied Criminal Justice pada 2020, kereta khusus perempuan dinilai membantu, tetapi belum tentu lebih efektif dibandingkan peningkatan pengawasan atau kebijakan lain. Temuan ini diperkuat oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Women’s Health pada 2025 yang menyebutkan bahwa kebijakan tersebut belum sepenuhnya menyentuh akar masalah, seperti perilaku pelaku dan sistem keamanan yang belum optimal.
Itu sebabnya, kereta khusus perempuan dipandang sebagai salah satu solusi. Akan tetapi, langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah secara menyeluruh. Diperlukan dukungan kebijakan lain agar keamanan transportasi publik benar-benar terjamin untuk perempuan dan kelompok rentan lainnya.
Di Indonesia, kereta khusus perempuan umumnya ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian KRL. Penempatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan rasa aman sekaligus memudahkan pengawasan. Menurutmu, apakah langkah ini sudah cukup atau masih perlu solusi lain agar transportasi publik lebih aman?