Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
tampak dekat chukar
tampak dekat chukar (pixabay.com/hello_world_2022-11236472)

Pernah dengar nama chukar? Nama unik ini dimiliki sejenis burung gemuk dari Asia yang sudah melanglang buana sampai ke Amerika. Warnanya yang cantik dan sifatnya yang garang membuat burung ini populer.

Chukar atau chukar partridge merupakan jenis puyuh gonggong dari Timur Tengah dan bagian selatan Asia. Burung ini sudah diperkenalkan ke banyak wilayah, dan berujung membawa manfaat yang tak diduga-duga. Apa itu? Simak deretan fakta unik burung chukar yang perlu kamu tahu berikut ini!

1. Jenis puyuh gonggong dengan suara unik

tampilan sekujur tubuh chukar (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Chukar atau chukar partridge (Alectoris chukar) merupakan salah satu jenis burung puyuh gonggong yang populer. Ia berasal dari Timur Tengah dan bagian selatan Asia, tapi sudah diperkenalkan ke banyak wilayah. Dalam bahasa Indonesia, chukar disebut puyuh gonggong cokelat pasir.

Puyuh gonggong sendiri merupakan jenis burung dari keluarga ayam, Phasianidae. Ia berukuran lebih besar dari burung puyuh, dan paruh serta kakinya lebih kuat. Indonesia punya beberapa puyuh gonggong asli, seperti puyuh gonggong jawa dan puyuh gonggong sumatra. 

Nama chukar berasal dari suaranya yang khas. Burung ini memiliki suara chuck, chuck, chuck dalam bahasa Inggris, yang secara bertahap berubah menjadi chukar, chukar. Suara ini sangat lantang dan menggema, hingga bisa didengar dari jarak jauh.

2. Bertubuh gemuk dengan pola warna khas

chukar di habitat aslinya (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Chukar merupakan jenis puyuh gonggong berukuran sedang. Mengutip laman Animalia, chukar dewasa memiliki panjang 32—35 sentimeter dengan berat 510—680 gram. Ciri khasnya ada pada garis-garis hitam yang mencolok di sisi tubuh, serta garis hitam tebal yang melintasi mata hingga ke leher hingga menyerupai kalung. Bulu tubuhnya yang berwarna abu-abu kecokelatan bantu chukar berkamuflase dengan lingkungan bebatuan yang jadi tempat tinggalnya.

3. Asli Timur Tengah dan Asia Selatan

chukar di habitat aslinya (commons.wikimedia.org/Karunakar Rayker)

Chukar merupakan burung asli Timur Tengah dan bagian selatan Asia. Menurut laman Animalia, ia bisa ditemukan di beberapa negara, mulai dari Yordania, Palestina, Lebanon, Suriah, Turki, Afganistan, sampai India. Chukar mendiami lereng bukit berbatu terbuka dengan rerumputan dan semak belukar yang tumbuh tersebar.

4. Diperkenalkan ke banyak negara

chukar yang ada di Hawaii (commons.wikimedia.org/Forest and Kim Starr)

Meski berasal dari Asia, chukar termasuk burung populer di Amerika. Spesies ini sudah diperkenalkan sebagai hewan buruan ke beberapa wilayah, di antaranya Amerika Utara dan Hawaii. Menurut Departemen Margasatwa Nevada, chukar diperkenalkan ke Amerika Serikat pada 1893 lalu. Sementara di Hawaii, chukar diperkenalkan pada 1923, ungkap laman Hawaii Birding Trails.

5. Bawa manfaat tak terduga

sekelompok chukar mencari makan (commons.wikimedia.org/Imran Shah)

Di saat kebanyakan spesies yang diperkenalkan berujung merugikan dan membahayakan satwa liar asli, lain halnya dengan chukar. Sebenarnya, chukar diperkenalkan sebagai hewan buruan. Namun, burung ini membawa manfaat yang terduga pada lingkungan baru.

Chukar merupakan pemakan biji-bijian. Itu sebabnya ia turut membantu dalam menyebarkan biji tanaman asli. Seperti yang diterangkan laman Animal Diversity, chukar menempati ceruk penting yang dulunya ditempati oleh burung asli yang sudah punah. Oleh karena itu, ia mengisi peran penting sebagai penyebar biji-bijian dan bantu memulihkan ekosistem.

6. Kelihatan menggemaskan, tapi aslinya garang

chukar menelengkan kepala (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Meski tampil cantik dan menggemaskan, chukar memiliki kepribadian yang lumayan garang. Utamanya jantan. Chukar jantan sangat senang berkelahi dengan satu sama lain. Suaranya juga dikenal sangat lantang melebihi betina. Bahkan menurut laman Animalia, kepribadian garang ini membuat chukar sengaja dipelihara di beberapa wilayah sebagai burung petarung.

7. Burung yang melindungi hewan mangsa

tampilan sekujur tubuh chukar (commons.wikimedia.org/Vojttěch Soukup)

Sebagai burung terestrial, chukar lebih sering berada di darat daripada di udara. Ia cuma terbang jarak pendek untuk melarikan diri dari bahaya. Sifatnya yang waspada dan suaranya yang lantang membuat chukar diandalkan banyak hewan lain sebagai penanda bahaya. Menurut laman All About Birds, chukar punya panggilan khusus masing-masing untuk predator darat dan predator udara. 

Sungguh burung yang menarik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung chukar? Apa kamu tertarik untuk melihatnya secara langsung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team