ilustrasi gerhana matahari (pixabay.com/cs8100)
Gerhana matahari total, yang akan terjadi pada 2 Agustus 2027, ini akan melintasi sejumlah negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Jalur totalitasnya dimulai dari Samudra Atlantik, kemudian melewati Spanyol bagian selatan, Maroko utara, Aljazair utara, dan Tunisia utara. Gerhana lalu berlanjut melintasi Libya timur laut dan mencapai puncaknya di Mesir, tepatnya di sekitar Luxor.
Setelah itu, bayangan Bulan akan bergerak ke Sudan, Arab Saudi bagian barat daya, Yaman, hingga Somalia bagian timur laut. Gerhana kemudian berakhir di Samudra Hindia. Ia meninggalkan jalur totalitas selebar sekitar 258 kilometer yang melintasi kawasan berpenduduk dan mudah dijangkau.
Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam jalur totalitas maupun jalur pengamatan gerhana matahari total ini. Artinya, fenomena langit spektakuler tersebut tidak dapat disaksikan langsung dari wilayah Indonesia. Namun, jika kamu ingin tetap menyaksikannya, kamu bisa melihat gerhana tersebut melalui siaran langsung atau aliran langsung yang biasanya disediakan oleh lembaga antariksa, observatorium, atau komunitas astronomi internasional.
FYI, gerhana matahari total dengan durasi hampir 7 menit juga pernah terjadi pada 2009, tapi sebagian besar fase terpanjangnya berlangsung di atas wilayah samudra sehingga hanya sedikit orang yang bisa menyaksikannya. Berbeda dengan itu, gerhana matahari total pada 2027 menghadirkan durasi panjang di kawasan daratan yang berpenduduk dan mudah dijangkau. Inilah alasan mengapa peristiwa tersebut kerap disebut sebagai gerhana matahari total terpanjang abad ini. Itu karena dampaknya bisa dirasakan dan disaksikan oleh jauh lebih banyak orang.