3 Fenomena Planet di Langit Januari 2026, Saturnus Curi Perhatian

Planet bisa kelihatan dari Bumi ketika sedang mengalami fenomena tertentu. Fenomena yang melibatkan planet umumnya berupa konjungsi dan oposisi. Kedua fenomena tersebut memungkinkan planet yang terlibat dapat diamati dari Bumi, bahkan dengan mata telanjang.
Nah, Januari 2026, ada beberapa peristiwa yang melibatkan 1 atau 2 planet. Beberapa di antaranya dapat diamati tanpa alat bantu, sementara lainnya menawarkan pemandangan menarik melalui teleskop sederhana. Kira-kira, planet apa saja, ya, yang bakal muncul? Yuk, simak daftarnya berikut ini!
1. Neptunus bertemu Bulan dan Saturnus

Neptunus adalah planet terjauh di tata surya. Planet ini berjarak sekitar 4,3 miliar kilometer dari Bumi. Saking jauhnya, planet raksasa es biru tersebut biasanya sulit diamati secara langsung.
Oleh karena itu, kemunculan Neptunus dalam sebuah fenomena langit menjadi kesempatan emas. Planet ini muncul bersama Bulan dan Saturnus pada 23 Januari 2026. Momen tersebut jadi peluang menarik menyaksikan pertemuan tiga benda langit sekaligus.
Neptunus “berpapasan” dengan Bulan dan Saturnus pada pukul 18.47 WIB di atas cakrawala barat. Ketiganya berbagi ruang di langit selama 3 jam 23 menit sebelum akhirnya tenggelam. Fenomena ini bisa diamati sesaat setelah Matahari terbenam dengan langit yang cerah.
Ketika diamati dari Bumi, Neptunus tampak seperti bintang kecil yang tidak berkelap-kelip. Namun, tingkat kecerlangannya jauh lebih redup dibandingkan Saturnus dan Bulan. Ketiga benda langit ini terlihat berdekatan di area konstelasi Pisces.
2. Konjungsi Bulan dan Saturnus

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Saturnus muncul di langit malam bersama Bulan. Keduanya membentuk fenomena yang disebut konjungsi. Dalam astronomi, konjungsi merupakan peristiwa ketika dua benda langit tampak berdekatan di langit karena berada di garis yang sama jika dilihat dari Bumi.
Dilansir In-The-Sky.org, fenomena konjungsi Bulan dan Saturnus ini bisa diamati pada 23 Januari 2026 mulai pukul 18.47–21.39 WIB di atas cakrawala barat. Apabila diamati dari Bumi, Saturnus tampak seperti salah satu bintang paling terang di langit malam. Sementara itu, Bulan terlihat dalam fase sabit (bulan baru) yang cukup terang.
3. Konjungsi Bulan dan Jupiter

Setelah “bertemu” dengan Saturnus, Bulan bergerak mendekati Jupiter pada 31 Januari 2026. Keduanya bisa diamati mulai pukul 18.30 WIB saat Matahari meredup di ufuk barat. Bulan dan Jupiter akan tampak cukup tinggi di langit lalu mencapai posisi tertingginya sekitar pukul 22.23 WIB.
Setelah itu, pasangan ini masih bisa disaksikan hingga dini hari sebelum akhirnya tenggelam di barat laut. Dalam peristiwa ini, Bulan akan tampak sangat terang, sementara Jupiter tampil bak bintang kecil paling terang di langit malam. Keduanya bakal terlihat berdekatan atau membentuk fenomena konjungsi di area konstelasi Gemini.
Perlu diingat, saat muncul di langit malam, planet memang terlihat mirip seperti bintang kecil jika diamati dengan mata telanjang. Bedanya, cahaya yang dipantulkan planet tidak berkelap-kelip. Sementara itu, bintang tampak berkelip karena pengaruh atmosfer Bumi. So, mana pemandangan yang paling bikin takjub?


















