Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi hewan dengan darah berwarna biru
ilustrasi hewan dengan darah berwarna biru (commons.wikimedia.org/Michael Gäbler)

Intinya sih...

  • Struktur molekul pembawa oksigen menentukan warna darah

  • Lingkungan hidup membentuk sistem peredaran darah hewan

  • Pigmen empedu memicu warna darah hijau

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Fenomena hewan dengan darah berwarna biru dan hijau sering memicu rasa penasaran karena bertolak belakang dengan gambaran darah merah yang selama ini dianggap umum. Dalam dunia fauna, warna darah ternyata tidak hanya ditentukan oleh satu sistem biologis, melainkan oleh cara tubuh mengikat dan mengangkut oksigen.

Perbedaan warna darah juga memperlihatkan bahwa evolusi tidak selalu berjalan dengan satu pola yang sama pada semua makhluk hidup. Berikut penjelasan yang menjelaskan alasan di balik keberadaan hewan dengan darah berwarna biru dan hijau.

1. Struktur molekul pembawa oksigen menentukan warna darah

ilustrasi hewan dengan darah berwarna hijau (commons.wikimedia.org/Kristian Pikner)

Warna darah sangat dipengaruhi oleh molekul yang bertugas membawa oksigen di dalam tubuh. Pada hewan tertentu, molekul tersebut tidak berbasis zat besi seperti hemoglobin, sehingga warna yang dihasilkan pun berbeda. Darah biru muncul karena penggunaan hemocyanin, senyawa yang mengandung tembaga dan bereaksi langsung dengan oksigen.

Saat terikat oksigen, hemocyanin memantulkan warna kebiruan yang terlihat jelas pada cairan tubuh. Mekanisme ini umum ditemukan pada gurita, kepiting, dan beberapa jenis moluska laut. Struktur molekul tersebut bekerja efektif dalam kondisi suhu rendah dan kadar oksigen terbatas. Pilihan sistem ini membuat hewan-hewan tersebut mampu bertahan di habitat ekstrem tanpa harus bergantung pada hemoglobin.

2. Lingkungan hidup membentuk sistem peredaran darah hewan

ilustrasi hewan dengan darah berwarna biru (commons.wikimedia.org/Beckmannjan)

Habitat memiliki peran besar dalam membentuk warna darah pada hewan. Spesies yang hidup di laut dalam atau perairan dingin membutuhkan sistem pengangkutan oksigen yang tetap efisien meskipun kadar oksigen rendah. Hemocyanin menjadi solusi karena mampu bekerja stabil di lingkungan tersebut.

Pada kondisi seperti itu, darah biru justru lebih adaptif dibandingkan darah merah. Sistem ini membantu hewan mempertahankan aktivitas dasar tanpa harus mengonsumsi energi berlebih. Warna darah yang tidak lazim menjadi tanda bahwa tubuh hewan telah menyesuaikan diri dengan tekanan lingkungannya. Adaptasi ini terjadi secara bertahap dan diwariskan lintas generasi.

3. Pigmen empedu memicu warna darah hijau

ilustrasi hewan dengan darah berwarna hijau (commons.wikimedia.org/Dwi sumaiyyah makmur)

Darah hijau pada hewan bukan berasal dari sistem pernapasan, melainkan dari akumulasi pigmen empedu bernama biliverdin. Pigmen ini sebenarnya merupakan hasil pemecahan hemoglobin yang umumnya dibuang oleh tubuh. Namun pada beberapa spesies, pigmen tersebut justru dibiarkan menumpuk dalam jumlah tinggi.

Kadal dari genus Prasinohaema menjadi contoh paling dikenal dengan darah hijau pekat. Konsentrasi biliverdin yang tinggi membuat darah, jaringan, hingga tulang tampak kehijauan. Kondisi ini tidak bersifat toksik bagi tubuh mereka. Justru, pigmen tersebut diduga memberi perlindungan tambahan terhadap parasit tertentu.

4. Sistem imunitas berkaitan dengan warna darah tidak biasa

ilustrasi hewan dengan darah berwarna biru (commons.wikimedia.org/Hans Hillewaert)

Warna darah yang tidak umum sering berkaitan dengan strategi pertahanan tubuh. Pada hewan berdarah hijau, kadar biliverdin yang tinggi menciptakan lingkungan internal yang sulit ditoleransi oleh mikroorganisme. Hal ini membuat tubuh mereka lebih tahan terhadap infeksi tertentu.

Pada hewan berdarah biru, tembaga dalam hemocyanin juga memiliki sifat antimikroba alami. Keberadaan logam tersebut membantu menekan pertumbuhan patogen di dalam cairan tubuh. Sistem peredaran darah akhirnya berperan ganda, bukan hanya mengangkut oksigen, tetapi juga menjaga kestabilan internal. Fungsi ini menjadi nilai tambah dalam kelangsungan hidup spesies.

Keberadaan hewan dengan darah berwarna biru dan hijau menunjukkan bahwa sistem kehidupan jauh lebih beragam daripada yang sering dibayangkan. Warna darah bukan sekadar perbedaan visual, melainkan hasil adaptasi kompleks terhadap lingkungan dan kebutuhan tubuh. Jika evolusi mampu menciptakan variasi sedetail ini, keunikan apa lagi yang belum banyak disadari manusia?

Referensi:

"Animal blood comes in a rainbow of colors—here’s why" National Geographic. Diakses pada Januari 2026

"Did You Know That Not All Blood is Red?" The Blood Project. Diakses pada Januari 2026

"Why some animals have blue, green, or purple blood" Vox. Diakses pada Januari 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team