ilustrasi hewan dengan darah berwarna biru (commons.wikimedia.org/Hans Hillewaert)
Warna darah yang tidak umum sering berkaitan dengan strategi pertahanan tubuh. Pada hewan berdarah hijau, kadar biliverdin yang tinggi menciptakan lingkungan internal yang sulit ditoleransi oleh mikroorganisme. Hal ini membuat tubuh mereka lebih tahan terhadap infeksi tertentu.
Pada hewan berdarah biru, tembaga dalam hemocyanin juga memiliki sifat antimikroba alami. Keberadaan logam tersebut membantu menekan pertumbuhan patogen di dalam cairan tubuh. Sistem peredaran darah akhirnya berperan ganda, bukan hanya mengangkut oksigen, tetapi juga menjaga kestabilan internal. Fungsi ini menjadi nilai tambah dalam kelangsungan hidup spesies.
Keberadaan hewan dengan darah berwarna biru dan hijau menunjukkan bahwa sistem kehidupan jauh lebih beragam daripada yang sering dibayangkan. Warna darah bukan sekadar perbedaan visual, melainkan hasil adaptasi kompleks terhadap lingkungan dan kebutuhan tubuh. Jika evolusi mampu menciptakan variasi sedetail ini, keunikan apa lagi yang belum banyak disadari manusia?
Referensi:
"Animal blood comes in a rainbow of colors—here’s why" National Geographic. Diakses pada Januari 2026
"Did You Know That Not All Blood is Red?" The Blood Project. Diakses pada Januari 2026
"Why some animals have blue, green, or purple blood" Vox. Diakses pada Januari 2026