Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kucing (pexels.com/kostas piperis)
ilustrasi kucing (pexels.com/kostas piperis)

Intinya sih...

  • Burung hantu memiliki mata besar dan indra pendengar sensitif untuk berburu di malam hari.

  • Kelelawar menggunakan ekolokasi untuk bernavigasi dan berburu serangga dengan presisi tinggi di kondisi minim cahaya.

  • Kucing memiliki lapisan reflektif pada mata dan kumis peka, sedangkan kunang-kunang mampu menghasilkan cahaya sendiri untuk berkomunikasi dan bertahan hidup di malam hari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malam hari merupakan waktu aktif bagi sejumlah hewan yang memiliki kemampuan khusus untuk bisa bertahan hidup di kondisi yang sangat minim cahaya. Adaptasi yang ada dapat membantu hewan-hewan tersebut untuk bisa berburu, menghindari serangan predator, hingga berkomunikasi secara efektif di kondisi lingkungan yang gelap.

Kemampuan beradaptasi di malam hari sebetulnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses evaluasi yang cukup panjang. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa hewan berikut ini yang dikenal memiliki adaptasi khusus di malam hari.

1. Burung hantu

ilustrasi burung hantu (pexels.com/Pixabay)

Burung hantu memiliki mata yang cenderung besar karena mampu menangkap cahaya dalam jumlah yang sangat sedikit, sehingga proses penglihatannya pun cukup tajam di malam hari. Struktur matanya sangat memungkinkan fokus terlihat dengan lebih baik pada saat pergerakan mangsa terjadi, meski dalam kondisi yang gelap sekali pun.

Bukan hanya soal penglihatan, ternyata burung hantu juga memiliki indra pendengar yang sangat sensitif untuk bisa mendeteksi posisi mangsa dengan akurat. Kombinasi antara kemampuan penglihatan dan pendengaran seolah membuat burung hantu menjadi pemburu malam yang sangat efisien dan akurat.

2. Kelelawar

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/James Wainscoat)

Kelelawar memang kerap mengandalkan kemampuan ekolokasi untuk bisa bernavigasi dan juga mencari makan secara bebas di malam hari. Sistem yang ada ternyata bekerja dengan cara memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang kemudian dipantulkan kembali oleh objek yang ada di sekitarnya.

Pantulan suara yang ada kemudian diterjemahkan oleh otak kelelawar agar menjadi gambaran lingkungan yang cukup detail. Adaptasi ini juga memungkinkan kelelawar untuk bisa terbang dan berburu serangga dengan presisi yang sangat tinggi tanpa harus mengandalkan penglihatannya.

3. Kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Orange Ocean)

Kucing memiliki lapisan reflektif pada bagian mata yang kerap disebut sebagai tapetum lucidum, sebab berfungsi untuk memantulkan cahaya agar penglihatan malamnya menjadi lebih tajam. Struktur yang ada membuat mata kucing jadi terlihat bercahaya pada saat terkena cahaya di kondisi tempat yang gelap.

Kumis pada kucing sangat peka terhadap adanya getaran udara dan juga perubahan lingkungan yang terjadi. Kepekaan inilah yang kemudian membantu kucing untuk bergerak dengan tenang dan akurat pada saat harus berburu di malam hari.

4. Kunang-kunang

ilustrasi kunang kunang (unsplash.com/Tony Phan)

Kunang-kunang memiliki kemampuan bioluminesensi yang dapat memungkinkan tubuhnya untuk menghasilkan cahaya sendiri di malam hari. Cahaya ini kemudian kerap digunakan sebagai alat komunikasi, terutama untuk menarik pasangan.

Bukan hanya berfungsi dalam urusan reproduksi, ternyata cahaya yang diproduksi kunang-kunang juga dapat membantu untuk mengenali lingkungan yang gelap. Adaptasi ini dapat memberikan keuntungan yang cukup besar dalam mempertahankan kelangsungan hidup dari spesiesnya.

Adaptasi khusus di malam hari tentu menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan hewan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Melalui berbagai anatomi dan perilaku yang unik, maka hewan-hewan di atas bisa beradaptasi dengan baik. Minimnya cahaya tidak membuat mereka mengalami kesulitan dalam beraktivitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team