Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hewan dengan Sistem Metabolisme yang Sangat Cepat
ilustrasi tikus (pexels.com/Monique Laats)

  • Burung kolibri memiliki metabolisme tinggi karena kepakan sayapnya yang cepat, memerlukan nektar dalam jumlah besar, dan mengalami torpor untuk menghemat energi.

  • Tikus memiliki laju metabolisme tinggi karena ukuran tubuh kecil dan aktivitas lincah, membutuhkan asupan makanan yang stabil untuk mendukung pergerakan tanpa henti.

  • Kelelawar memerlukan energi besar untuk terbang aktif, mengonsumsi serangga dalam jumlah besar, dan menurunkan metabolisme saat beristirahat untuk menghemat energi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sistem metabolisme merupakan proses biologis yang dapat memungkinkan makhluk hidup untuk bisa mengubah makanan menjadi energi dalam menjalankan berbagai fungsi tubuhnya. Pada beberapa hewan, ternyata laju metabolisme bisa berlangsung dengan sangat cepat, sehingga hal ini membuat mereka jadi terus-menerus harus mengonsumsi makanan untuk mempertahankan aktivitas dan suhu tubuhnya.

Kecepatan dari metabolisme ini biasanya sangat berkaitan dengan ukuran tubuh yang kecil, tingkat aktivitas yang tinggi, hingga kebutuhan energi yang cukup besar. Oleh sebab itu, beberapa hewan berikut ini yang dikenal memiliki sistem metabolisme tercepat di dunia, sehingga mempengaruhi fungsi tubuhnya.

1. Burung kolibri

Burung kolibri dikenal memiliki sistem metabolisme yang sangat tinggi karena kepakan sayapnya saja bisa mencapai puluhan kali per detik ketika terbang. Untuk mempertahankan energi yang ada, maka burung kolibri akan mengonsumsi nektar dalam jumlah banyak setiap harinya.

Metabolisme yang cepat dapat membuat detak jantung dari burung kolibri meningkat secara drastis ketika terbang aktif. Pada malam hari, hewan ini akan memasuki kondisi torpor atau penurunan sistem metabolisme sementara untuk menghemat energi agar tidak mengalami kelelahan.

2. Tikus

ilustrasi tikus (pexels.com/DSD)

Tikus termasuk ke dalam hewan yang memiliki laju metabolisme tinggi karena memang memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dan aktivitasnya sangat lincah. Mereka harus sering makan untuk memastikan kondisi tubuhnya tetap stabil dan mendukung pergerakan yang hampir tanpa berhenti.

Proses pencernaan pada tikus berlangsung dengan sangat cepat, sehingga hal ini membuat energinya bisa segera digunakan untuk berbagai aktivitas. Jika asupan makanannya mengalami gangguan dalam waktu singkat, maka kondisi fisik tikus pun akan mengalami penurunan dengan cepat yang diakibatkan karena kebutuhan energi yang besar.

3. Kelelawar

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Amr Miqdadi)

Sebagai satu-satunya mamalia yang mampu terbang aktif, ternyata kelelawar memerlukan energi dalam jumlah besar untuk bisa mempertahankan kepakan sayapnya. Aktivitas terbang yang cukup Intens membuat sistem metabolisme kelelawar jadi harus bekerja ekstra, terutama ketika berburu di malam hari.

Untuk memenuhi kebutuhan yang dimiliki kelelawar, nyatanya banyak spesies yang mengonsumsi serangga dalam jumlah besar setiap malamnya. Ada pula beberapa jenis yang mampu menurunkan metabolisme ketika beristirahat agar menghemat energi pada saat tidak sedang aktif.

4. Tupai

ilustrasi tupai (pexels.com/Pixabay)

Tupai dikenal sebagai hewan yang sangat gesit dan aktif sepanjang hari, sehingga mereka memerlukan pasokan energi yang konsisten. Sistem metabolisme yang cepat dapat membantu tupai untuk bergerak dengan lincah ketika memanjat pohon, melompat, hingga mencari makanan.

Dikarenakan kebutuhan energinya yang tinggi, maka tupai sering terlihat mengumpul atau menyimpan makanan sebagai cadangannya. Kebiasaan ini juga menjadi strategi penting untuk memastikan kebutuhan metabolismenya tetap terpenuhi dengan baik, khususnya ketika musim makanan sulit untuk ditemukan.

Kecepatan metabolisme pada hewan-hewan tersebut memang menunjukkan bagaimana tubuhnya beradaptasi dengan kebutuhan energi dan lingkungan. Dengan memahami karakteristik yang ada, maka bisa melihat betapa beragamnya strategi biologis yang dimiliki makhluk hidup. Mereka pun nantinya bisa berkembang dan bertahan dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team