Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kuda laut (pexels.com/Jeffry S.S.)
ilustrasi kuda laut (pexels.com/Jeffry S.S.)

Intinya sih...

  • Kuda laut jantan bertanggung jawab untuk mengandung dan melahirkan anak, menjaga telur dalam kantong perutnya hingga menetas, dan berkontraksi untuk melahirkan hingga ratusan anak.

  • Anglerfish memiliki metode reproduksi ekstrem di mana pejantan menjadi parasit permanen bagi betinanya, menyatu secara biologis, dan hanya berfungsi sebagai penyedia sperma setelah menyatu.

  • Lebah madu memiliki sistem reproduksi terstruktur dengan ratu lebah yang diperbolehkan berkembang biak, lebah pekerja betina yang tidak bereproduksi, dan kasta jantan yang hanya membuahi ratu sebelum mati.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Alam liar menyimpan berbagai keunikan yang tidak pernah habis untuk dipelajari, termasuk dalam hal sistem reproduksi yang dimiliki oleh beragam spesies. Setiap spesies pasti memiliki mekanisme reproduksi yang berbeda-beda, termasuk beberapa hewan yang sistem reproduksinya cenderung rumit.

Setiap hewan mengembangkan sistem reproduksi yang paling sesuai dengan lingkungan dan kebutuhan spesiesnya untuk memastikan keberlangsungan dari generasi berikutnya. Simaklah beberapa hewan berikut ini yang dikenal memiliki sistem reproduksi paling kompleks di alam liar.

1. Kuda laut jantan

ilustrasi kuda laut (pexels.com/Sergiu Iacob)

Kuda laut termasuk hewan dengan sistem reproduksi yang paling unik karena justru jantanlah yang bertanggung jawab untuk mengandung dan melahirkan anak. Betina akan memasukkan sel telur dalam kantong khusus di perut jantan, lalu jantan akan membuahi dan menjaga telur tersebut hingga menetas dalam kondisi lingkungan yang aman.

Selama masa kehamilan berlangsung, jantan mengatur kadar garam, oksigen, dan nutrisi di dalam kantungnya agar perkembangan embrio bisa berjalan dengan optimal. Pada saat waktu melahirkan tiba, maka kuda laut jantan akan berkontraksi untuk mengeluarkan anak-anaknya dalam jumlah yang bisa mencapai ratusan.

2. Anglerfish

Anglerfish di laut memiliki metode reproduksi ekstrem yang membuat pejantan menjadi semacam parasit permanen bagi betinanya. Jantan yang berukuran lebih kecil biasanya akan menggigit tubuh betina hingga menyatu secara biologis, kemudian tubuhnya akan terus mengecil dan organ-organ yang tidak diperlukan pun akan hilang.

Proses ini dapat memastikan bahwa betina selalu memiliki pasangan yang siap membuahi kapan pun ia siap dalam berkembang biak. Setelah menyatu, maka sistem peredaran darah jantan dan betina pun akan tergabung, sehingga jantan hanya berfungsi sebagai penyedia sperma.

3. Lebah madu

ilustrasi lebah madu (pexels.com/Pixabay)

Lebah madu memiliki sistem reproduksi yang sangat terstruktur karena hanya ratu lebah yang diperbolehkan untuk berkembang biak, sementara lebah pekerja betina justru tidak pernah bereproduksi. Ratu dibuahi satu kali dalam hidupnya oleh beberapa pejantan dan menyimpan sperma tersebut dalam organ khusus yang bisa digunakan sepanjang hidupnya.

Lebah pekerja berperan untuk menjaga sarang, mengumpulkan makanan, dan merawat larva, sehingga struktur koloni pun sangat bergantung pada pembagian tugas yang teratur. Kasta jantan memiliki satu-satunya tujuan untuk membuahi ratu dan kemudian mati setelah proses perkawinan berlangsung.

4. Gurita biru

Gurita cincin biru memiliki sistem reproduksi yang kompleks karena betina akan berhenti makan dan hanya fokus untuk menjaga telur-telurnya hingga menetas. Ia melindungi telur tersebut di dalam sarang kecil, mengalirkan air bersih, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Setelah telur-telurnya menetas, maka sang induk akan mati karena seluruh energi hidupnya sudah habis dalam proses reproduksi dan perlindungan keturunan. Mekanisme ini juga menunjukkan betapa ekstremnya pengorbanan biologis yang terjadi pada beberapa spesies hewan.

Sistem reproduksi hewan di alam liar menunjukkan betapa kreatifnya evolusi dalam memastikan keberlangsungan hidup dari setiap spesies. Beberapa hewan di atas seolah memiliki cara yang berbeda-beda untuk bereproduksi, sehingga tetap bisa memastikan generasi selanjutnya tetap terus berkembang. Memahami keunikan yang ada bukan hanya menambah wawasan, namun juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana kehidupan terus beradaptasi sepanjang waktunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team