Kelabang (id.wikipedia.org/Bernard DUPONT)
Hewan kecil satu ini pasti tak asing bagi kebanyakan orang. Kelabang atau lipan sendiri merupakan arthropoda berbisa dari kelas Chilopoda, jelas Britannica. Bisa hewan ini punya efek yang berbeda tergantung spesiesnya. Ada yang tidak berbahaya, namun ada yang sanggup membuat manusia kesakitan, menimbulkan pembengkakan bahkan menyebabkan kematian. Bisa tersebut ia suntikan lewat mulutnya.
Basemen, daerah gelap, daerah sempit, kamar mandi, gudang, bebatuan, dan daerah kotor jadi tempat kesukaan hewan ini. Membersihkan rumah secara rutin jadi hal yang wajib dilakukan jika ingin mengusir hewan ini. Tapi tak semua jenis kelabang berbahaya, lho. Justru ada beberapa kelabang yang bisa membasmi hama semut atau kecoa di rumah, salah satunya kelabang rumah (Scutigera coleoptrata).
Ternyata hewan liar tak cuma ada di hutan, sungai atau pantai. Perkotaan juga jadi rumah yang nyaman bagi mereka. Kota menawarkan habitat yang nyaman, makanan berlimpah dan keamanan dari predator. Ada hewan yang membantu manusia bahkan ada juga yang berbahaya. Sebagai manusia kita harus waspada dan belajar hidup berdampingan dengan hewan-hewan tersebut.
Hewan apa yang paling sering ditemui dan dianggap cerdas dalam beradaptasi? | Raccoon (Rakun) dan Rubah. Di banyak kota besar di luar negeri, rakun dikenal sebagai "bandit tempat sampah" karena mampu membuka tutup tempat sampah dengan tangan mereka yang lincah. Sementara rubah perkotaan kini semakin berani mencari makan di taman-taman kota. |
Mengapa kita harus waspada jika bertemu dengan ular di area perkotaan? | Ular, seperti sanca atau kobra, sering masuk ke pemukiman melalui saluran air atau mencari mangsa seperti tikus. Beberapa di antaranya memiliki bisa mematikan atau kekuatan lilitan yang besar. Penting untuk tidak mencoba menangkapnya sendiri tanpa keahlian khusus. |
Apa risiko kesehatan yang dibawa oleh hewan liar seperti tikus atau kelelawar di kota? | Hewan-hewan ini sering menjadi vektor penyakit (zoonosis). Tikus dapat membawa leptospirosis melalui urinnya, sementara kelelawar di beberapa wilayah dikaitkan dengan penyebaran virus berbahaya jika terjadi kontak langsung atau melalui kotorannya. |