Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
beruang kutub
beruang kutub (commons.wikimedia.org/Emma)

Intinya sih...

  • Beruang kutub merupakan predator darat terbesar di Greenland, populasinya mulai menurun akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

  • Serigala greenland berburu secara kelompok dengan strategi yang baik, sementara hiu greenland bisa hidup hingga 500 tahun.

  • Puffin atlantik adalah burung pemakan ikan yang bisa ditemukan di Greenland dan beberapa negara lainnya, sedangkan rusa kutub menjadi santapan bagi predator di Greenland.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia yang berlokasi di bagian utara bumi. Menjadi bagian dari Denmark, Greenland merupakan teritori yang secara administratif merupakan wilayah Eropa. Menariknya, secara geografis pulau tersebut berada di wilayah Amerika Utara. Tempat tersebut memang dingin, tetapi ada banyak hewan menakjubkan yang hidup di Greenland.

Salah satunya ada beruang kutub, yaitu predator darat terbesar di muka bumi. Di dasar laut yang gelap dan beku, ada juga hiu greenland yang usianya bisa mencapai ratusan tahun. Menantang beruang kutub, hidup juga serigala greenland yang berburu secara kelompok. Bagaimana semua hewan tersebut bertahan hidup di Greenland yang dingin dan terisolasi? Artikel ini akan mengungkap semua faktanya.

1. Beruang kutub

beruang kutub (commons.wikimedia.org/KylePiira)

Di antara spesies lain, Ursus maritimus atau beruang kutub menjadi salah satu beruang dengan penyebaran yang paling utara. Bayangkan saja, hewan dengan bobot maksimal 1 ton ini bisa ditemukan di lingkar Arktik yang mencakup wilayah Greenland, Kanada, Alaska, hingga Russia. Di habitatnya, ia menjadi predator puncak dan jadi karnivor darat terbesar di muka bumi.

Secara umum populasi beruang kutub sebenarnya cukup melimpah. Namun, populasinya mulai menurun akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Untungnya berbagai lembaga seperti WWF terus berusaha untuk menjaga eksistensi beruang kutub. Secara khusus, WWF sendiri bekerja sama dengan empat dari lima negara yang menjadi habitat beruang kutub untuk menjalankan program konservasi.

2. Serigala greenland

ilustrasi serigala greenland (commons.wikimedia.org/Michael Kirsh)

Beruang kutub bukan satu-satunya mamalia predator di Greenland. Sebaliknya, Canis lupus orion atau serigala greenland juga hadir dan menantang takhtanya sebagai predator puncak. Dari ukuran, serigala greenland memang jauh lebih kecil dengan panjang 1,5 meter dan bobot sekitar 26 kilogram. Namun, ia merupakan pack hunters yang berburu secara berkelompok.

Dilansir Animalia, satu kelompok hanya berisikan tiga hingga empat individu, jauh lebih sedikit dari subspesies serigala lain. Strategi berburu secara berkelompok membuat serigala greenland bisa memburu mangsa berukuran besar menggunakan koordinasi dan kerja sama yang baik. Selain itu hewan ini juga lebih aktif pada malam hari sehingga memudahkannya untuk berburu.

3. Hiu greenland

hiu greenland (commons.wikimedia.org/Hemming1952)

Tak hanya di daratan, perairan Greenland juga tak luput dari kehadiran hewan unik. Salah satunya adalah Somniosus microcephalus atau hiu greenland. Bukan ikan sembarangan, hiu greenland merupakan spesies raksasa dengan panjang mencapai 6,4 meter dan bobot maksimal di angka 1 ton. Dilansir Florida Museum, ikan ini tidak berbahaya, gerakannya lambat, dan hidup di kedalaman hingga 1,200 meter.

Hiu greenland bertahan hidup di laut dalam yang dingin dengan beberapa cara. Pertama ia memiliki metabolisme lambat yang membuat tubuhnya bisa bertahan tanpa makan dalam waktu lama. Metabolisme tersebut juga membuat usianya sangat panjang. Tercatat, hiu greenland bisa hidup sekitar 150-500 tahun. Masa kehamilannya juga panjang, yaitu ada di angka 8-18 tahun.

4. Puffin atlantik

puffin atlantik (commons.wikimedia.org/Romaniviatores)

Di saat hewan raksasa hidup di laut dalam dan daratan, Fratercula arctica atau puffin atlantik yang mungil lebih sering terlihat di bebatuan atau pinggir pantai. Punya tubuh membulat, paruh besar yang berwarna cerah, dan kemampuan berenang tingkat tinggi, burung tersebut bisa hidup dengan nyaman di Greenland. Panjangnya hanya 20-30 centimeter, bobotnya 100-400 gram, dan bentang sayapnya tak lebih dari 63 centimeter.

Selain di Greenland, BirdLife DataZone menerangkan kalau puffin atlantik juga bisa ditemukan di Eropa, Rusia, Kanada, Amerika Serikat, dan sebagian Afrika. Burung pemakan ikan ini adalah spesialis area dingin dan akan bermigrasi tergantung musim. Ia juga bisa menggali tanah dan hal tersebut dilakukan dalam rangka bersembunyi.

5. Rusa kutub

rusa kutub (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Di balik suhunya yang dingin Greenland juga bisa menjadi habitat bagi herbivor. Rangifer tarandus atau rusa kutub menjadi salah satu dari sedikitnya herbivor yang hidup di pulau tersebut. Wilayah penyebarannya juga tak terbatas di Greenland, melainkan meluas hingga ke Eropa, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Mongolia, hingga Cina. Padang rumput, tundra, hutan, dan savana jadi habitat favoritnya.

Laman iNaturalist menerangkan kalau ukuran rusa kutub sangat bervariasi tergantung wilayah penyebarannya. Namun, jika di rata-rata umumnya panjang hewan ini sekitar 1,6-2 meter dan bobotnya ada di angka 150-300 kilogram. Menariknya, ukuran rusa kutub bisa berubah drastis sesuai musim. Di Greenland sendiri rusa kutub menjadi santapan bagi predator seperti serigala greenland dan beruang kutub.

Semua hewan menakjubkan yang hidup di Greenland menunjukan bahwa ekosistem dan lingkungan di pulau tersebut cukup terjaga. Suhu dingin juga tak menghalangi kehidupan mereka. Justru suhu dingin bisa menguntungkan semua hewan tersebut di beberapa kesempatan. Tiap spesies juga memiliki perannya masing-masing dalam menyokong keseimbangan ekosistem di Greenland.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team