Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hewan Paling Lambat di Dunia, Hemat Energi
ilustrasi kungkang (unsplash.com/Alexander Schimmeck)
  • Beberapa hewan berevolusi dengan gerakan lambat sebagai strategi bertahan hidup, seperti menghemat energi dan menghindari predator di habitatnya.
  • Kungkang, siput, bintang laut, dan koala dikenal sebagai hewan paling lambat di dunia karena metabolisme rendah serta adaptasi terhadap lingkungan ekstrem.
  • Kelambanan mereka menunjukkan bahwa efisiensi energi dan kemampuan beradaptasi bisa menjadi kunci keberlangsungan hidup di alam liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di dunia hewan ternyata kecepatan bukan satu-satunya cara untuk bisa bertahan hidup karena ada pula beberapa spesies yang kerap mengandalkan gerakan lambat untuk bisa beradaptasi di kondisi lingkungannya. Biasanya hewan-hewan tersebut bergerak dengan kecepatan yang sangat rendah, bahkan ada pula yang memerlukan waktu berjam-jam hanya untuk berpindah beberapa meter saja.

Walau pun mungkin terlihat tidak efisien, namun kecepatan bergerak yang lambat ini merupakan bagian dari evolusi dan juga strategi bertahan hidup, seperti menghindari perhatian predator atau menghemat energi. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa hewan berikut ini yang termasuk ke dalam hal yang terlambat di dunia, sehingga menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan adaptasi hewan untuk berbagai kondisi yang ekstrem.

1. Kungkang

potret kungkang (unsplash.com/Javier Mazzeo)

Kungkang merupakan salah satu hewan paling lambat di dunia yang menghabiskan hampir sebagian besar hidupnya untuk bergelantungan di pepohonan dengan kecepatan gerak yang bahkan tidak terlihat. Kungkang ternyata hanya bergerak sekitar 0,24 km per jam, sehingga menjadikannya sangat lambat apabila dibandingkan dengan hewan mamalia lain.

Kecepatan bergerak yang sangat lambat dari Kungkang sebenarnya diakibatkan karena proses adaptasi untuk menghemat energi, sebab sistem metabolismenya yangs angat lambat dan juga makanan utamanya adalah daun dengan rendah nutrisi. Selain itu, gerakan yang terbatas juga membantu kungkang untuk menghindari adanya deteksi dari predator, sebab tubuhnya tidak terlihat mencolok di antara dedaunan yang cukup rimbun.

2. Siput

ilustrasi siput (unsplash.com/Robert Stump)

Siput termasuk ke dalam salah satu sumber universal dari hewan yang bergerak lamban bahkan nyaris tidak terasa apabila diperhatikan dengan seksama. Hal ini karena kecepatan rata-rata yang dimiliki siput pada saat bergerak, yaitu sekitar 0,03 mil per jam atau setara dengan 0,048 km per jam, sehingga menjadikannya sebagai salah satu hewan terlambat di dunia.

Gerakan siput ternyata dipengaruhi oleh struktur tubuh yang sangat lunak, serta penggunaan lendir untuk mempermudah proses pergerakan diantara permukaan yang keras. Siput mungkin terlihat lambat, namun mekanisme tersebut sangat memproteksi tubuhnya dari risiko luka dan juga memberikan kontrol secara penuh pada saat merayap di berbagai kondisi medan.

3. Bintang laut

ilustrasi bintang laut (unsplash.com/Florian Berger)

Bintang laut merupakan hewan laut yang dikenal dengan bentuk tubuhnya yang sangat khas dan juga pergerakannya yang sangat lambat di bagian dasar laut. Hewan tersebut ternyata mampu bergerak menggunakan ratusan kaki tabung berukuran kecil di bagian bawah tubuhnya, bahkan hanya mampu melaju beberapa meter saja dalam waktu 1 jam.

Gerakannya yang lambat bukan berarti tidak efisien, sebab bintang laut ternyata kerap memanfaatkan kecepatan minimnya untuk menjelajahi berbagai dasar laut dengan cara yang lebih stabil, tanpa harus mengganggu keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Bintang laut kerap mengandalkan indera sentuhan dan kimia untuk bisa mendeteksi adanya mangsa atau potensi bahaya yang ada di sekitarnya secara perlahan.

4. Koala

ilustrasi koala (pexels.com/Flickr)

Koala merupakan hewan marsupial khas Australia yang dikenal tidak hanya karena memiliki tampilan yang imut, namun juga bergerak dengan sangat lambat dan tenang. Koala ternyata menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon, yaitu untuk tidur hingga 20 jam perhari dan biasanya hanya aktif pada saat makan daun eukaliptus yang menjadi sumber nutrisi favoritnya.

Kelambanan koala dapat diakibatkan karena rendahnya kandungan energi di dalam daun eucaliptus, sehingga membuat hewan tersebut jadi harus menghemat energi dengan cara bergerak sedikit mungkin. Metabolisme cenderung lambat memungkinkan koala untuk bisa bertahan hidup dengan makanan yang sangat terbatas, serta sulit sekali dicerna oleh hewan lain.

Walau mungkin bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat daripada hewan-hewan lain, namun deretan hewan di atas tetap bisa bertahan hidup dengan baik di habitat aslinya. Bagaimana pun juga setiap spesies biasanya memiliki strategi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan, serta kondisi lingkungan yang ada di sekitar. Dengan memahami keunikan dari hewan-hewan di atas, maka bisa belajar bahwa keberhasilan hidup datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui keheningan dan kelambanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team