Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi jamur
ilustrasi jamur (pexels.com/Laura Musikanski)

Intinya sih...

  • Tupai dapat memakan jamur beracun varietas Amanita dengan aman

  • Beruang cokelat dan hitam gemar makan jamur untuk menggemukkan diri menjelang musim dingin

  • Babi, babi hutan, kura-kura kotak, siput bugil, kelinci, dan rakun juga menyukai jamur sebagai bagian dari menu mereka

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jamur adalah salah satu bahan makanan yang sangat populer. Namun, siapa sangka, banyak hewan yang juga ternyata hobi makan jamur. Memakan jamur bisa menjadi hal yang rumit, karena banyak varietas yang beracun. Namun, beberapa hewan dapat memakan jamur beracun tanpa masalah berarti.

Jamur memiliki kandungan air yang tinggi dan dapat menjadi sumber hidrasi yang baik bagi hewan yang hidup di kondisi kering. Jamur juga menyediakan sumber protein yang baik serta vitamin dan mineral. Selain itu, banyak hewan juga menganggap jamur cukup enak. Lantas, hewan apa saja yang hobi makan jamur? Ini dia pembahasannya!

1. Tupai

Tupai memiliki hubungan yang menarik dengan jamur. Beberapa tupai tidak hanya memakan jamur segar, tetapi juga mengeringkannya dan kemudian menyimpannya untuk dikonsumsi di masa mendatang. Namun, yang lebih menakjubkan lagi, tupai dapat memakan jamur yang berpotensi mematikan dari varietas Amanita. Tupai tampaknya memiliki adaptasi khusus yang memungkinkan mereka untuk memakan jamur beracun dengan aman yang tidak dapat dimakan oleh spesies lain.

2. Beruang

Sebenarnya, jamur bukanlah makanan utama beruang, tetapi hewan ini memakannya sesekali. Kebanyakan varietas jamur berbuah pada akhir musim panas hingga musim gugur. Saat itulah beruang cokelat dan beruang hitam makan banyak sekali jamur untuk menggemukkan diri demi menghadapi musim dingin. Beruang lain juga memakan jamur. Bahkan beruang kutub terkadang memakan jamur yang tumbuh subur di tundra yang lembap.

3. Babi dan babi hutan

ilustrasi babi (pexels.com/Saraí Zuno)

Babi dan babi hutan menyukai lingkungan lembap di dasar hutan. Namun, mereka kesulitan mencari makanan di bulan-bulan yang lebih dingin. Itulah sebabnya mereka memilih untuk menggali tanah demi mencari makanan. Dan, seringkali mereka akan menemukan jamur.

Babi dan babi hutan memiliki indra penciuman terbaik dalam menemukan jamur truffle di bawah permukaan tanah. Karena alasan ini, babi telah digunakan oleh manusia untuk menemukan truffle sepanjang sejarah. Hanya saja, babi kesulitan mengendalikan nafsu makannya terhadap truffle, dan oleh karena itu manusia beralih ke anjing yang terlatih khusus untuk memburu truffle. Anjing lebih mudah dilatih untuk tidak memakan truffle setelah ditemukan!

4. Kura-kura kotak

Kura-kura kotak dan beberapa jenis kura-kura non-akuatik lainnya secara teratur memakan jamur. Kura-kura ini melahap jamur yang dapat dimakan manusia serta jenis yang kita anggap beracun. Bahkan, kura-kura kotak dapat memetabolisme racun dalam jamur, menyebabkan daging mereka sendiri menjadi beracun bagi predator potensial. Meskipun begitu, jangan asal memberikan jamur pada kura-kura peliharaanmu karena beberapa jenis jamur mungkin tidak aman bagi mereka.

5. Siput bugil

Siput bugil senang memakan jamur. Mereka bahkan dapat dengan aman mengonsumsi banyak spesies jamur beracun yang tidak dapat dimakan oleh hewan lain. Oleh sebab itu, siput kemungkinan besar memainkan peran penting dalam penyebaran spora dan kelangsungan hidup banyak spesies jamur.

6. Kelinci

ilustrasi kelinci (unsplash.com/Anil Sharma)

Saat sedang mencari makan di alam, terkadang kelinci menemukan jamur dan akan memakannya. Meskipun begitu, ini hanya dilakukan sesekali dan karena mereka penasaran. Makanan utama kelinci tetaplah tanaman yang tinggi serat.

Tubuh kelinci dirancang untuk mencerna rumput dan daun yang tinggi serat. Jamur sendiri bukanlah tanaman, melainkan fungi, sehingga tidak memberi serat yang dibutuhkan usus kelinci dan malah bisa mengganggu pencernaannya. Selain itu, banyak jamur mengandung racun dan kelinci tidak memiliki enzim untuk menetralisir zat-zat itu. Jadi, kalau kamu punya kelinci peliharaan di rumah, jangan coba-coba memberinya jamur sebagai makanan.

7. Rakun 

Rakun adalah omnivora oportunistik, artinya mereka akan memakan apa pun yang tersedia di lingkungan mereka, dan jamur adalah salah satu pilihan tersebut. Ketika jamur berlimpah, rakun dapat mengendus dan memakannya secara rakus. Jamur bukanlah makanan pokok rakun, tetapi dapat menyediakan kelembapan dan nutrisi ketika makanan lain langka.

Karena rakun bukanlah pemakan jamur khusus, mereka tetap berisiko jika memakan varietas beracun. Selain itu, peneliti belum sepenuhnya tahu apakah rakun dapat membedakan spesies jamur yang aman dan beracun. Beberapa rakun bahkan dapat membantu menyebarkan spora jamur melalui kotorannya, yang berkontribusi pada ekosistem jamur.

Sebagai penutup, meski jamur sering kita anggap sebagai makanan manusia, ternyata banyak hewan yang juga menjadikannya bagian dari menu mereka. Namun, tidak semua jamur aman dan tidak semua hewan cocok memakannya. Karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa kebiasaan makan hewan di alam adalah hasil adaptasi yang kompleks, bukan sekadar selera. Dengan mengenal lebih jauh hubungan antara hewan dan jamur, kita jadi makin menghargai betapa unik dan saling terhubungnya kehidupan di alam.

Referensi

A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. These Animals That Love Eating and Feasting on Mushrooms
Simply Ecologist. Diakses pada Januari 2026. From Forest Floors to Feasts: Animals That Eat Mushrooms
Susan Alexander Truffels. Diakses pada Januari 2026. From Bears to Boars: Animals That Love Mushrooms Like We Do

Editorial Team