Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hubungan antara Makanan dengan Warna Bulu Flamingo
ilustrasi flamingo (pexels.com/zoosnow)
  • Warna merah muda flamingo berasal dari pigmen karotenoid dalam makanan seperti alga dan udang kecil, bukan faktor genetik bawaan.
  • Anak flamingo lahir berwarna abu-abu dan baru berubah menjadi pink setelah mengonsumsi makanan kaya karotenoid seiring pertumbuhan.
  • Ketersediaan sumber makanan dan kondisi lingkungan memengaruhi intensitas warna bulu serta kesehatan dan daya tarik reproduksi flamingo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Flamingo dikenal sebagai salah satu burung paling ikonik di dunia berkat warna bulunya yang merah muda mencolok. Namun, tahukah kamu bahwa warna cantik ini bukan berasal dari faktor genetik semata? Justru, rahasia di balik warna flamingo terletak pada apa yang mereka makan sehari-hari.

Berbeda dengan banyak burung lain yang warna bulunya ditentukan oleh gen, flamingo mendapatkan warna khasnya dari pigmen dalam makanan. Fenomena ini menjadi contoh menarik bagaimana lingkungan—khususnya pola makan—bisa memengaruhi penampilan hewan secara langsung.

1. Pigmen dalam makanan menentukan warna

Flamingo biasanya hidup di danau atau laguna yang bersifat basa, tempat mereka mencari makan. Menu utama mereka terdiri dari organisme kecil yang kaya akan karotenoid, yaitu pigmen alami berwarna merah-oranye. Beberapa sumber makanan tersebut antara lain:

  • Alga biru-hijau seperti spirulina

  • Cyanobacteria

  • Udang kecil (brine shrimp)

  • Larva serangga

Organisme ini mengandung beta-karoten, pigmen yang juga ditemukan pada wortel. Setelah dikonsumsi, tubuh flamingo akan memproses karotenoid tersebut di dalam hati menjadi pigmen lain, seperti astaxanthin dan canthaxanthin.

Pigmen ini kemudian disimpan di bulu, kulit, paruh, dan kaki flamingo sehingga menghasilkan warna mulai dari pink pucat hingga merah terang. Semakin banyak karotenoid yang dikonsumsi, semakin cerah pula warna tubuhnya.

Menariknya, perbedaan warna flamingo di berbagai wilayah juga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan. Flamingo di daerah dengan sumber makanan melimpah cenderung memiliki warna lebih cerah dibandingkan yang hidup di lingkungan dengan makanan terbatas.

2. Dari anak abu-abu ke dewasa berwarna pink

Flamingo tidak langsung lahir dengan warna pink. Anak flamingo biasanya menetas dengan bulu berwarna abu-abu atau putih kusam. Hal ini karena makanan awal mereka, berupa “susu tembolok” dari induknya, tidak mengandung banyak karotenoid.

Warna mulai berubah ketika anak flamingo mulai mengonsumsi makanan padat, biasanya pada usia sekitar 7 hingga 13 minggu. Seiring waktu, warna bulu mereka akan semakin intens hingga mencapai warna khas saat dewasa.

Namun, warna ini tidak bersifat permanen. Jika flamingo tidak mendapatkan asupan karotenoid yang cukup, warna bulunya bisa memudar, bahkan menjadi hampir putih setelah pergantian bulu (molting).

3. Penjelasan ilmiah di baliknya

ilustrasi flamingo (pexels.com/Sơn Bờm)

Flamingo tidak mampu memproduksi karotenoid sendiri sehingga mereka sepenuhnya bergantung pada makanan untuk mendapatkan pigmen tersebut. Inilah yang membuat warna bulu mereka menjadi indikator langsung dari kualitas pola makan dan kesehatan.

Selain memberi warna, karotenoid juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu meningkatkan sistem imun flamingo. Jadi, warna cerah bukan hanya soal estetika, tetapi juga tanda bahwa burung tersebut sehat dan mampu mencari makan dengan baik.

Flamingo dengan warna lebih cerah cenderung lebih menarik bagi pasangan. Ini berarti, pola makan secara tidak langsung juga memengaruhi peluang reproduksi mereka.

4. Kenapa warna bulu flamingo bisa memudar di musim tertentu

Selain dipengaruhi oleh jenis makanan, warna flamingo juga bisa berubah tergantung musim dan kondisi lingkungan. Saat terjadi kekeringan atau perubahan ekosistem, jumlah alga dan udang kecil yang menjadi sumber karotenoid bisa menurun drastis.

Akibatnya, flamingo tidak mendapatkan cukup pigmen untuk mempertahankan warna cerahnya. Dalam kondisi seperti ini, warna bulu mereka bisa terlihat lebih pucat dari biasanya. Bahkan, dalam beberapa kasus, satu kelompok flamingo bisa tampak kusam dibandingkan kelompok lain yang hidup di habitat dengan sumber makanan melimpah.

Perubahan ini bersifat sementara. Ketika kondisi lingkungan kembali normal dan sumber makanan tersedia lagi, warna flamingo pun perlahan akan kembali cerah. Hal ini menunjukkan betapa dinamisnya hubungan antara makanan, lingkungan, dan penampilan flamingo di alam liar.

5. Dampak lingkungan dan konservasi

Ketersediaan makanan yang kaya karotenoid sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Kerusakan habitat, seperti pencemaran atau kekeringan dapat mengurangi sumber makanan flamingo, yang akhirnya memengaruhi warna dan kesehatan mereka.

Di penangkaran seperti kebun binatang, flamingo biasanya diberi makanan tambahan, seperti udang atau wortel untuk menjaga warna bulunya tetap cerah. Hal ini penting tidak hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menjaga kondisi fisik dan reproduksi mereka.

Fenomena flamingo ini menunjukkan betapa erat hubungan antara makanan, lingkungan, dan evolusi. Dalam arti tertentu, flamingo benar-benar menjadi contoh nyata dari ungkapan “you are what you eat”.

Warna pink yang memukau pada flamingo ternyata bukan sekadar keindahan alami, melainkan hasil dari pola makan yang kaya pigmen. Dari alga hingga udang kecil, setiap makanan yang mereka konsumsi berperan dalam membentuk identitas visual mereka. Jadi, lain kali kamu melihat flamingo berwarna cerah, ingatlah bahwa keindahan itu berasal dari apa yang mereka makan setiap hari.

Referensi

American Shrimp Processors' Association. Diakses pada Maret 2026. Why Are Flamingos Pink and What Does It Have to Do With Shrimp?
A-Z Animals. Diakses pada Maret 2026. The Role of Diet in Flamingo Coloration: Why They Are Pink
BBC Science Focus. Diakses pada Maret 2026. Flamingoes aren't Born Pink. Here’s The (Very Bizarre) Reason They Take On That Colour 
Britannica. Diakses pada Maret 2026. Why Are Flamingos Pink?
Livescience. Diakses pada Maret 2026. Flamingo Facts: Food Turns Feathers Pink
Smithsonian's National Zoo & Conservation Biology Institute. Diakses pada Maret 2026. Why Are Flamingos Pink? And Other Flamingo Facts

Editorial Team