Di balik optimisme dan kebanggaan budaya, laporan ini juga menekankan bahwa Gen Alpha mewarisi dunia yang kompleks dan penuh ketidakpastian.
Mereka harus menghadapi isu besar seperti ketidakstabilan iklim yang memengaruhi migrasi dan keamanan, distorsi informasi yang menyulitkan pencarian kebenaran, hingga algoritme media sosial yang memengaruhi cara pandang mereka terhadap diri sendiri.
Selain itu, normalisasi pengawasan bisa mengubah definisi privasi. Polarisasi ekonomi berpotensi membatasi akses pendidikan, dan perhatian yang terfragmentasi membuat fokus semakin sulit dipertahankan.
Semua ini menunjukkan bahwa perjalanan Gen Alpha tidak hanya tentang kreativitas dan budaya, tetapi juga tentang menghadapi realitas dunia yang penuh tantangan.
"Literasi digital dan kebanggaan budaya hanyalah sebagian dari ceritanya. Dunia yang diwarisi Gen Alpha berlapis-lapis, tetapi juga dapat dinilai sangat timpang," ungkap laporan tersebut.
Keberadaan Gen Alpha menjadi gambaran bagaimana masa depan Indonesia dibentuk oleh generasi yang tumbuh global namun tetap bangga dengan akar budayanya. Temuan dari Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 memberi pesan bahwa meski dikelilingi tantangan besar, Gen Alpha tetap memiliki potensi untuk menjadikan identitas Indonesia relevan di panggung dunia.
IDN menggelar Indonesia Summit 2025, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility". IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2025 diadakan pada 27 - 28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawansa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.
Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.