ilustrasi bunga ruellia brittoniana (wikimedia.org/Alejandro Bayer Tamayo)
Ruellia brittoniana atau yang dikenal dengan nama Mexican petunia memiliki bunga yang warnanya dapat berubah tergantung pada suhu dan kelembapan lingkungan. Dilansir laman Gardenia. net, pada suhu yang lebih rendah warna bunganya cenderung lebih gelap dan pekat seperti ungu tua. Sedangkan, pada suhu yang lebih tinggi, warnanya memudar menjadi lebih terang seperti merah muda pucat. Kemampuan ini memungkinkan bunga untuk beradaptasi terhadap kondisi iklim yang berubah-ubah dengan mengubah pigmen warna dalam kelopaknya.
Ruellia brittoniana juga dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan sering ditanam untuk menambah keberagaman warna di taman. Tanaman ini juga memiliki kemampuan untuk berbunga sepanjang tahun, khsusunya di daerah yang beriklim hangat.
Fenomena perubahan warna pada bunga disebabkan oleh berbagai hal seperti pH tanah, suhu, kelembapan, cahaya, hingga usia bunga. Bunga-bunga yang dapat berubah warna tidak hanya menawarkan keindahan pada saat dilihat tetapi juga menunjukkan kemampuan adaptasi yang menakjubkan di alam. Kemampuan ini seringkali berperan penting dalam menarik penyerbuk atau menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
Apakah ada bunga yang berubah warna sesuai dengan waktu dalam sehari? | Ya, salah satunya adalah Bunga Pukul Delapan (Turnera ulmifolia) atau varietas tertentu dari Hibiscus mutabilis (Mawar Katun). Mawar Katun bisa mekar dengan warna putih di pagi hari, berubah menjadi merah muda di siang hari, dan menjadi merah tua pada sore hari saat mulai layu. |
Bagaimana suhu memengaruhi warna bunga? | Beberapa bunga seperti Petunia atau Anggrek tertentu dapat mengalami perubahan intensitas warna karena suhu. Suhu yang lebih dingin cenderung memicu produksi pigmen antosianin yang lebih banyak, membuat warna bunga terlihat lebih gelap atau lebih tajam dibandingkan saat cuaca panas. |
Apa peran zat kimia alami dalam perubahan warna ini? | Perubahan warna ini diatur oleh pigmen alami bernama Antosianin dan Karotenoid. Perubahan kimia pada tingkat seluler—seperti masuknya ion aluminium pada Hortensia atau perubahan tingkat stres oksidatif pada tanaman—memengaruhi bagaimana pigmen ini memantulkan cahaya ke mata kita. |