Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapan Pink Moon 2026 Terjadi? Ini Waktu dan Tips Mengamatinya!
ilustrasi pink moon (unsplash.com/Michael Hamments)
  • Fenomena pink moon 2026 akan terjadi pada 1–2 April, dengan puncak fase purnama diperkirakan dini hari tanggal 2 April saat Bulan tampak paling terang di langit malam.
  • Waktu terbaik mengamati pink moon di Indonesia adalah setelah Matahari terbenam sekitar pukul 17.25 hingga menjelang pagi, terutama saat langit cerah dan minim polusi cahaya.
  • Pink moon dapat dinikmati selama 3–4 hari karena Bulan terlihat hampir penuh sebelum dan sesudah puncaknya, meski warnanya tidak benar-benar merah muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki April 2026, langit akan dihiasi fenomena menarik yang disebut pink moon. Fenomena langit ini merupakan salah satu fase bulan purnama yang terjadi secara rutin setiap tahun. Meski namanya terdengar unik, pink moon tidak benar-benar membuat Bulan berubah warna menjadi merah muda.

Istilah pink moon sebenarnya berasal dari penamaan tradisional yang berkaitan dengan musim semi di Bumi belahan utara. Kemunculan pink moon kerap dinantikan karena menjadi momen terbaik untuk mengamati Bulan di langit malam. Lalu, kapan sebenarnya pink moon April 2026 bisa disaksikan? Yuk, simak waktu dan cara mengamatinya!

1. Jadwal terjadinya pink moon 2026

ilustrasi pink moon (unsplash.com/uomo libero)

Fenomena pink moon dapat mulai diamati pada 1 April 2026 di langit malam. Pada waktu tersebut, Bulan sudah tampak hampir penuh dan cukup terang untuk diamati. Namun, mengutip dari In-the-Sky, fase purnama atau pink moon ini diperkirakan mencapai puncaknya pada waktu dini hari di tanggal 2 April 2026.

Fase puncak merupakan momen ketika permukaan Bulan yang terlihat dari Bumi tersinari Matahari secara maksimal. Meski demikian, perbedaan tampilannya tidak terlalu jauh dengan malam sebelumnya. Oleh karena itu, pink moon tetap bisa dinikmati pada 1–2 April 2026 di malam hari.

2. Waktu terbaik mengamati pink moon di Indonesia

ilustrasi pink moon (pexels.com/Ben Mack)

Waktu terbaik untuk mengamati pink moon adalah saat malam hari setelah Matahari terbenam. Bulan diperkirakan mulai terlihat sekitar pukul 17.25 dari arah timur dan akan terus naik ke langit. Seiring langit semakin gelap, cahaya Bulan akan terlihat semakin jelas dan terang di cakrawala.

Fenomena bulan purnama ini juga bisa diamati sepanjang malam hingga menjelang pagi di tanggal 2 April 2026. Bahkan, saat mencapai puncaknya, Bulan akan tampak sangat terang dengan tingkat kecerahan 100 persen. Jadi, kamu bisa menikmati pink moon kapan saja di malam hari saat kondisi langit gelap, tidak berawan, dan jauh dari polusi cahaya kota.

3. Pink moon bisa dilihat berapa lama?

ilustrasi pink moon (unsplash.com/Adi Ulici)

Jika kamu tidak bisa menyaksikan pink moon saat fase puncak, tenang saja lantaran fenomena ini tidak hanya terjadi dalam satu malam. Dilansir Time and Date, Bulan sudah tampak hampir penuh sejak beberapa hari sebelumnya dengan tingkat kecerahan di atas 90 persen. Kondisi ini membuat Bulan terlihat bulat dan terang meski belum mencapai puncak purnama.

Setelah puncaknya di tanggal 2 April 2026, pink moon masih akan terlihat hampir penuh selama beberapa hari berikutnya. Secara keseluruhan, tampilan Bulan yang mendekati fase purnama dapat dinikmati selama sekitar 3 hingga 4 hari. Oleh karena itu, kamu tetap bisa melihat pink moon dengan jelas meski tidak tepat di waktu puncaknya.

Perlu diingat kembali bahwa pink moon hanyalah bulan purnama yang tidak benar-benar berwarna merah muda. Fenomena ini bisa diamati dengan mata telanjang tanpa alat khusus selama kondisi langit benar-benar gelap dan minim polusi cahaya. Karena pink moon merupakan momen terbaik untuk mengamati Bulan, jadi, jangan sampai ketinggalan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team