Yellow-eared parrot (commons.m.wikimedia.org/Felix Uribe)
Keberadaan yellow-eared parrot hampir punah karena kehilangan habitat. Sekitar lebih dari 90 persen hutan awan di Kolombia telah dibersihkan untuk pertanian atau pemukiman, termasuk pohon palem yang sangat penting bagi kehidupannya. Mereka pernah ditemukan di Kolombia dan Ekuador, tapi sudah bertahun-tahun tidak lagi terlihat di sana. Karenanya, upaya konservasi berpusat pada pemulihan habitat dan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Melansir American Bird Concervancy, dilakukan pula kampanye media, festival, lokakarya ekologi dan 'parrot bus' berupa ruang kelas keliling yang mengunjungi ratusan sekolah di wilayah tersebut. Tujuannya untuk menyebarkan pesan konservasi burung beo pada lebih dari 150.000 anak. Di tahun 2009, ABC, ProAves dan kelompok konservasi lainnya mendirikan koridor burung beo yang terancam punah yang mencakup empat cagar alam untuk melindungi lebih dari 18.000 hektar habitat bagi burung beo.
Melihat dari pemaparan sebelumnya, upaya konservasi memang sudah dilakukan sejak lama. Pada tahun 2010, populasi yellow-eared parrot meningkat menjadi lebih dari 1.000 burung, jadi tingkat klasifikasinya yang sebelumnya critically endangered berubah menjadi endangered. Sumber terakhir dari Animalia menunjukkan bahwa mereka diklasifikasikan sebagai Vulnerable dan tren populasinya mengalami peningkatan.