ilustrasi laut (pexels.com/Francesco Ungaro)
National Oceanic and Atmospheric Administration menyebutkan bahwa konsentrasi garam di air laut bervariasi dan dipengaruhi suhu, penguapan, serta curah hujan. Salinitas atau konsentrasi garam dalam air laut umumnya rendah di wilayah khatulistiwa dan kutub. Ini terjadi karena daerah tropis dekat garis khatulistiwa menerima curah hujan yang banyak. Akibatnya, air hujan menurunkan salinitas air laut.
Sebaliknya, salinitas lebih tinggi di daerah yang jauh dari khatulistiwa karena berkurangnya curah hujan dan lebih banyak sinar matahari sehingga meningkatkan penguapan. Beberapa laut memiliki kadar garam lebih tinggi daripada laut lainnya, terutama di tempat tingkat penguapan tinggi, seperti Laut Merah. Perairan yang terisolasi juga bisa menjadi lebih asin, contohnya Laut Mati.
Proses terbentuknya garam di laut melalui proses yang panjang dan kompleks. Sebagian besar garam di air laut berasal dari larutnya mineral di bebatuan oleh hujan dan terbawa menuju ke laut. Proses geologi, seperti letusan gunung berapi di bawah laut, juga dapat melepaskan mineral ke laut.
Mengapa laut tidak menjadi semakin asin setiap tahunnya padahal sungai terus mengalirkan garam? | Laut berada dalam kondisi kesetimbangan kimiawi. Kadar garam (salinitas) laut global cenderung stabil (sekitar 3,5%) karena ada proses pengurangan garam alami. Mineral garam di laut terus diserap oleh organisme laut (seperti kerang dan karang untuk membuat cangkang), mengendap menjadi batuan di dasar laut, atau meresap kembali ke dalam kerak bumi melalui zona subduksi lempeng tektonik. |
Di manakah letak laut yang paling tidak asin di dunia dan mengapa bisa begitu? | Laut Baltik adalah laut dengan kadar salinitas paling rendah di dunia (bahkan di beberapa titik airnya terasa tawar). Hal ini terjadi karena Laut Baltik dikelilingi oleh banyak sungai besar berair tawar, mendapat curah hujan tinggi, serta memiliki tingkat penguapan yang sangat rendah karena suhunya yang dingin. |
Apa yang dimaksud dengan "Kubah Garam" (Salt Domes) di dasar laut? | Kubah garam adalah struktur geologi bawah tanah yang terbentuk dari penumpukan garam evaporit selama jutaan tahun yang kemudian terdorong ke atas oleh tekanan tektonik. Ketika kubah garam ini retak atau terpapar di dasar laut, mereka akan larut dan menciptakan kolam air asin pekat (brine pools) di dasar samudra. |
Apakah perubahan iklim (Global Warming) mempengaruhi tingkat keasinan air laut saat ini? | Ya, perubahan iklim membuat siklus air menjadi ekstrem. Di wilayah tropis, peningkatan suhu mempercepat penguapan, membuat air laut semakin asin. Sebaliknya, di wilayah dekat kutub, mencairnya gletser dan es abadi secara besar-besaran justru mengencerkan laut dan membuatnya semakin tawar, yang berisiko merusak ekosistem lokal. |