ilustrasi petir (commons.wikimedia.org/Rollingskyphoto)
Pada kondisi badai, bau hujan juga dipengaruhi gas ozon, yaitu molekul yang terbentuk dari tiga atom oksigen. Ketika petir menyambar, energi listriknya memecah molekul oksigen di udara. Atom oksigen bebas kemudian bergabung kembali membentuk ozon. Proses ini terjadi sangat cepat di sekitar jalur petir.
Ozon memiliki aroma tajam yang sering digambarkan mirip bau logam atau udara setelah alat listrik dinyalakan. Gas ini dapat terbawa angin dari awan menuju permukaan sebelum hujan turun. Karena itu, bau hujan terkadang terasa lebih menusuk saat disertai petir. Campuran ozon dengan petrichor menciptakan sensasi aroma yang lebih kuat dan berbeda.
Bau hujan bukan sekadar sensasi nostalgia, melainkan hasil perpaduan proses kimia, mikrobiologi, serta perubahan atmosfer yang terjadi hampir bersamaan. Kepekaan hidung manusia membuat sinyal ini bisa terdeteksi lebih dulu sebelum air benar-benar turun. Fenomena sederhana tersebut menunjukkan betapa banyak peristiwa tak terlihat yang terjadi di sekitar setiap kali hujan datang.
Referensi:
"Can You Really Smell Rain? The Connection Between Your Nose and Weather" ENT&Allergy Associates. Diakses pada Februari 2026
"Can you smell rain? Here's the science behind that earthy scent." News19. Diakses pada Februari 2026
"Did You Know You Can Smell Rain Before It Falls?" Examtice. Diakses pada Februari 2026