ilustrasi cuaca ekstrem (pexels.com/Brett Sayles)
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan dapat mempercepat proses hujan alami melalui penyemaian partikel ke dalam awan. Langkah pertama dalam operasi TMC adalah memantau awan yang berpotensi menurunkan hujan. Biasanya awan yang kaya uap air tetapi belum cukup padat.
Setelah awan target terdeteksi, garam atau partikel higroskopis lainnya disemaikan ke awan, baik menggunakan pesawat maupun dari darat. Partikel-partikel ini bertindak sebagai inti kondensasi, menyerap uap air di sekitarnya dan membentuk tetesan air kecil. Proses penggabungan tetesan atau koalesensi ini membuat tetesan air semakin besar hingga cukup berat untuk menembus arus naik di awan dan jatuh ke permukaan sebagai hujan. Dengan cara ini, TMC bisa “memicu" awan hujan yang sudah ada agar turun di lokasi tertentu.
Menurut Koordinator Laboratorium Pengelola Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Budi Harsoyo, tujuan utama TMC adalah mem-premature-kan hujan di wilayah target, misalnya mengurangi intensitas hujan di daerah tertentu atau mengisi waduk saat musim hujan. Namun, TMC tidak bisa “menciptakan hujan dari nol” jika tidak ada potensi awan.
Itulah ulasan mendalam kenapa garam jadi bahan modifikasi cuaca yang faktanya berperan penting dalam meredam cuaca ekstrem. Semoga artikel ini bisa menjawab rasa penasaranmu!
Kenapa garam digunakan dalam modifikasi cuaca? | Garam bersifat higroskopis, sehingga dapat menarik uap air dan mempercepat terbentuknya hujan. |
Jenis garam apa yang digunakan untuk TMC? | Natrium klorida (NaCl) dalam bentuk bubuk halus atau kemasan suar. |
Bagaimana garam membantu terbentuknya hujan? | Garam bertindak sebagai inti kondensasi, membuat tetesan uap air bergabung (koalesensi) menjadi hujan lebih cepat. |
Referensi
"Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca, Berawal untuk Pertanian Kini Berperan dalam Mitigasi Bencana". BRIN. Diakses Januari 2026.
"Harnessing the Skies: The Science of Salt Cloud Seeding in India". Reinste. Diakses Januari 2026.
"Cloud Seeding". Water Corporation. Diakses Januari 2026.
Sibarani, R. M., Wirawan, D., Nuryanto, S., Purwadi, Pramana, R., & Harsoyo, B. (2023). Kajian Dampak Penggunaan Bahan Semai Powder NaCl pada Kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca Terhadap Kualitas Air. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 24(1), 43–54.