ikan sapu-sapu yang ditangkap di sungai (commons.wikimedia.org/Raphaël Covain)
Dari sederet fakta yang ada di atas, rasanya semakin jelas kalau kehadiran ikan sapu-sapu, apalagi dalam jumlah besar, merupakan masalah serius yang wajib ditangani. Masalahnya, memberantas ikan yang satu ini luar biasa sulit. Bukan cuma soal kemampuan adaptasi dan jumlah yang besar, melainkan juga soal bagaimana cara kita “memusnahkan” mereka pun masih sukar dilakukan.
Kalau ingin dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi, kandungan logam berat pada tubuh ikan sapu-sapu akibat hidup di sungai yang tercemar justru bisa membahayakan orang yang mengonsumsi. Kalau dijadikan pupuk tanaman pangan, logam berat tersebut tetap bisa masuk ke tubuh manusia. Karena itu, Dr. Charles PH Simanjuntak, pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, punya tiga strategi yang bisa kita lakukan, yakni pencegahan, penangkapan, dan kontrol biologis.
Strategi pertama berkaitan dengan memperketat regulasi dan pengawasan pada toko ataupun pehobi ikan hias agar tidak sembarangan membuang ikan sapu-sapu ke ekosistem alami di Indonesia, baik secara sengaja ataupun tidak. Strategi kedua ialah aksi langsung. Seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menangkap ikan sapu-sapu di satu titik sebelum akhirnya dimusnahkan agar populasi tidak meledak.
Strategi terakhir ialah “melibatkan” berbagai predator alami aliran sungai di Indonesia. Tujuannya agar mereka bisa mengontrol populasi ikan sapu-sapu. Artinya, dengan menjaga berbagai spesies predator endemik sampai populasinya stabil, secara tak langsung kita turut berkontribusi untuk mengontrol spesies invasif, seperti ikan sapu-sapu.
Perjalanan untuk mengatasi kehadiran ikan sapu-sapu di sungai Indonesia memang masih panjang, bahkan belum begitu terlihat muaranya akan seperti apa. Sebab, sekalipun kita bisa menyingkirkan semua ikan sapu-sapu di satu sisi sungai, bukan tak mungkin mereka kembali ke tempat yang sama karena terbawa arus sungai dari sisi lain. Namun, hal ini bukan berarti kita harus berdiam diri.
Dengan semakin masifnya kepedulian terhadap ekosistem lokal dan gerakan untuk memberantas ikan sapu-sapu, diharapkan hal tersebut bisa jadi batu fondasi awal bagi masyarakat Indonesia untuk lebih cinta pada lingkungan. Dari kehadiran ikan sapu-sapu di Indonesia, kita harus belajar kalau sudah sepatutnya kita tidak pernah melepaskan spesies hewan asing ke wilayah alami negara kita. Semoga saja kita segera menemukan solusi konkret agar ledakan populasi ikan sapu-sapu di perairan Indonesia bisa diatasi sampai ke akarnya, ya!