Bolehkah Ikan Sapu-sapu Dijadikan Pupuk Tanaman? Ini Penjelasannya

Melimpahnya ikan sapu-sapu di perairan Indonesia membuat spesies ini sering dianggap sebagai limbah yang perlu dimanfaatkan. Tidak sedikit yang kemudian berpikir bahwa ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi pupuk untuk tanaman. Secara umum, bahan organik seperti ikan memang dapat digunakan sebagai pupuk alami karena mengandung berbagai nutrisi.
Namun, kondisi ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar seperti Jakarta menimbulkan pertanyaan tersendiri. Apakah ikan ini benar-benar aman digunakan sebagai pupuk? Apa justru berpotensi membawa dampak negatif bagi tanah dan tanaman? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!
1. Kandungan nutrisi ikan sapu-sapu untuk tanaman

Ikan yang hidup di perairan tawar, termasuk ikan sapu-sapu, pada dasarnya mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Dalam bentuk pupuk organik, ikan diketahui memiliki kandungan utama, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Dilansir Biology Insights, ketiga unsur tersebut berperan penting dalam pertumbuhan daun, akar, dan ketahanan tanaman.
Selain itu, ikan juga mengandung mineral lain, seperti kalsium, magnesium, dan sulfur yang dapat membantu memperbaiki kualitas tanah. Kandungan nutrisi ini membuat ikan kerap dimanfaatkan sebagai bahan pupuk alami. Namun, kandungan tersebut tidak serta-merta menjamin semua jenis ikan aman digunakan, terutama jika berasal dari lingkungan yang tercemar.
2. Risiko pencemaran dari ikan sapu-sapu

Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar berpotensi membawa zat berbahaya dari lingkungan mereka. Hal ini karena ikan dapat menyerap logam berat, seperti merkuri, timbal, dan kadmium dari air maupun sedimen. Berdasarkan penelitian yang terbit dalam jurnal Toxics di Multidisciplinary Digital Publishing Institute pada 2023, dijelaskan bahwa logam berat dapat terakumulasi dalam tubuh ikan melalui proses bioakumulasi.
Zat tersebut masuk melalui insang, kulit, maupun makanan yang dikonsumsi ikan. Seiring waktu, logam berat ini akan menumpuk di berbagai bagian tubuh ikan. Kondisi tersebut membuat ikan dari perairan tercemar berpotensi mengandung zat berbahaya dalam jumlah tertentu.
Masalahnya, kandungan zat-zat berbahaya ini tidak mudah hilang meski ikan sapu-sapu telah diolah. Jika digunakan sebagai pupuk, zat tersebut berisiko ikut masuk ke dalam tanah dan memengaruhi kualitas lingkungan. Terlebih jika digunakan untuk pupuk perkebunan, bisa dibayangkan risikonya akan seperti apa?
3. Bolehkah digunakan? Ini syaratnya

Ikan sapu-sapu pada dasarnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, tetapi tidak boleh digunakan secara langsung. Limbah ikan perlu melalui proses pengolahan terlebih dahulu agar aman bagi tanah dan tanaman. Menurut studi yang terbit dalam jurnal Waste and Biomass Valorization pada 2018, limbah ikan dapat diolah menjadi pupuk organik melalui proses pengomposan. Proses ini membantu menguraikan bahan organik sehingga nutrisi yang ada lebih mudah diserap tanaman.
Selain itu, sumber ikan juga perlu diperhatikan karena ikan sapu-sapu dari perairan tercemar berpotensi membawa zat berbahaya. Sebaliknya, ikan dari budidaya atau habitat alami yang lebih bersih cenderung lebih aman digunakan. Dengan demikian, ikan sapu-sapu boleh dijadikan pupuk, tetapi harus melalui proses pengolahan yang tepat dan berasal dari lingkungan yang tidak tercemar.
Di Jakarta, ikan sapu-sapu banyak ditemukan di perairan yang tercemar dan berpotensi membawa zat berbahaya. Risiko pencemaran ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, melainkan juga bisa memengaruhi kualitas tanah jika dimanfaatkan tanpa pengolahan yang tepat. Menurutmu, lebih baik dimanfaatkan sebagai pupuk atau justru dihindari demi menjaga lingkungan?

















