ikan sapu-sapu (commons.wikimedia.org/Pia Helminen)
Artikel di jurnal Aquatic Invertebrates and Ecosystem Research menjelaskan kalau daging ikan sapu-sapu memiliki kandungan logam berat yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena ikan sapu-sapu kerap hidup di perairan yang tercermar seperti selokan atau sungai di dekat pabrik. Tembaga, timbal, kadmium, dan merkuri merupakan beberapa logam berat yang ada di daging ikan tersebut.
Logam berat sangat berbahaya dan bisa meracuni tubuh manusia. Awalnya, mungkin kamu tidak merasakan efek apapun. Nah, jika mengonsumsi ikan sapu-sapu secara terus menerus maka efeknya akan mulai muncul. Sakit perut, diare, penurunan suhu tubuh, rasa gatal di tenggorokan, dan muntah-muntah merupakan beberapa gejala keracunan logam berat. Jika sudah keracunan, segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ternyata, ada banyak alasan kenapa ikan sapu-sapu tidak boleh dimakan. Oleh sebab itu, sebisa mungkin kamu harus mengindari ikan ini. Lagipula, masih banyak ikan yang rasa dagingnya lebih lezat, harganya murah, dan kandungan gizinya lebih banyak. Daripada dimakan, lebih baik kamu menjadikan ikan sapu-sapu sebagai peliharaan.
Kandungan berbahaya apa yang biasanya ditemukan dalam daging ikan sapu-sapu? | Penelitian sering menemukan kandungan logam berat yang tinggi seperti merkuri, timbal, dan kadmium pada ikan sapu-sapu yang hidup di perairan terbuka. Mengonsumsi logam berat dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan organ hingga kanker pada manusia. |
Selain faktor limbah, apakah ada faktor anatomi yang membuatnya sulit dikonsumsi? | Ya. Ikan sapu-sapu memiliki kulit yang sangat keras dan bersisik seperti perisai, serta memiliki sedikit daging dibandingkan dengan tulangnya. Hal ini membuatnya tidak praktis untuk diolah dibandingkan ikan konsumsi pada umumnya. |
Mengapa ikan sapu-sapu disebut merusak ekosistem (invasif)? | Mereka tidak memiliki predator alami di banyak perairan Indonesia, cepat berkembang biak, dan memakan telur ikan lain serta alga secara masif. Keberadaan mereka sering kali mendominasi sungai dan menyingkirkan spesies ikan lokal. |