Kucing makan rumput (pexels.com/Brixiv)
Apakah kucing benar-benar karnivora atau omnivora? Pertanyaan ini muncul karena seringnya kucing memakan makanan seperti rumput, sayuran, bahkan makanan bertepung yang seharusnya tidak mereka makan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini!
Karnivora adalah hewan yang makanan alaminya sebagian besar berasal dari sumber hewan lainnya. Karnivora beradaptasi untuk mencerna protein dan lemak dari jaringan hewan secara efisien, dan tubuh mereka sangat bergantung pada nutrisi yang asalnya dari daging.
Hewan karnivora biasanya memiliki sistem penceraan yang lebih pendek karena daging lebih mudah dicerna dibandingkan bahan tumbuhan berserat. Karnivora juga dapat diklasifikasikan berdasarkan seberapa banyak daging yang harus mereka makan untuk bertahan hidup. Dilansir Nobevetclinic.com, terdapat 3 kelompok karnivora, yaitu hiperkarnivora dengan persentasi daging dalam makanan sebanyak 70% atau lebih, karnivora sedang 50-70%, dan hipokarnivora sebanyak 30% atau kurang,
Dalam hal ini kucing adalah hewan hiperkarnivora atau dikenal sebagai karnivora obligat. Di mana tubuh kucing didesain untuk memanfaatkan nutrisi yang ditemukan dari sumber hewani. Ini berarti bahwa mereka harus memiliki diet yang terdiri dari sekitar 70% daging.
Hewan yang masuk kelompok omnivora adalah mereka yang dapat mengonsumsi makanan nabati dan hewani. Hal ini memungkinkan mereka memiliki lebih banyak variasi dalam diet, karena dapat memakan buah-buahan, sayuran, makanan bertepung, dan daging. Beberapa kelompok hewan yang masuk kategori omnivora adalah babi, monyet, ayam, tikus, musang, dan bebek.