ilustrasi seekor kucing yang hampir menggigit pemiliknya (pexels.com/Mikhail Nilov)
Pernahkah kamu mengalami kejadian di mana sedang asyik mengelus atau bermain dengan kucing, tetapi tiba-tiba kucing malah marah dan menggigit atau mencakarmu? Momen yang tadinya menyenangkan tentu berubah jadi sedikit menyebalkan, ya. Namun, kira-kira kenapa sih kucing yang semula tenang dan senang mendadak jadi agresif?
PetMD melansir, gerakan yang menciptakan ketenangan, seperti mengelus, memangku, atau menggendong memang membuat kucing merasa senang, tetapi bila dilakukan secara berulang justru dapat dianggap sebagai hal yang mengganggu. Akibatnya, kucing akan marah saat merasa sudah tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya jangan melakukan interaksi yang berlebihan, sehingga kucing bisa tetap tenang dan kamu terbebas dari potensi terluka.
Kucing tidak akan menjadi agresif tanpa sebab yang jelas. Jika pemilik merasa ada perubahan perilaku kucing ke arah negatif, ada baiknya untuk berusaha menemukan penyebabnya.
Meminta bantuan dari pihak profesional seperti dokter hewan sangat direkomendasikan agar mampu mendapatkan solusi terbaik. Dengan mengetahui pemicu agresivitas, diharapkan masalah akan diselesaikan secara tuntas, sehingga kucing kembali tenang seperti sedia kala.
Apakah kucing bisa agresif karena merasa teritorial? | Betul, kucing sangat menjaga wilayah kekuasaannya. Jika ada yang dianggap ancaman di teritori mereka, kucing bisa menjadi agresif. |
Kenapa kucing yang sedang dielus bisa tiba-tiba menyerang? | Karena terlalu lama berinteraksi atau overstimulasi meskipun awalnya nyaman, jika sentuhan berlebihan kucing bisa merasa terganggu dan agresif. |
Apakah perubahan agresif bisa terjadi tanpa alasan jelas? | Kadang kucing tampak tiba-tiba berubah karena rasa takut atau overstimulasi yang belum terlihat jelas sebelumnya. |