Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kucing Suka Membanting Ekornya Saat Tidur?

Kucing berbaring
Kucing berbaring (pexels.com/FOX)
Intinya sih...
  • Ekor kucing memiliki banyak fungsi vital
  • Kucing berkomunikasi dengan bahasa tubuh
  • Kucing membanting ekornya saat tidur menandakan fase tidur yang berbeda
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing suka membanting ekornya saat tidur adalah hal biasa yang sering kita lihat. Tapi, pernahkah kamu menanyakan mengapa kucing melakukan gerakan tersebut? Dalam ilmu sains, hal seperti ini bisa dijelaskan tentang bagaimana kucing berbicara selain dengan suara, yakni salah satunya dengan membanting ekor saat tidur. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap kenapa kucing suka membanting ekornya saat tidur.

Kegunaan ekor kucing

Kucing
Kucing (pexels.com/EVG)

Ekor kucing bukan sekadar hiasan biasa, terdapat banyak saraf dan 19-23 ruas tulang yang diselimuti bulu halus bak kemoceng. Peran ekor kucing sangatlah vital, salah satunya adalah untuk menjaga keseimbangan saat melompat atau berjalan di tempat sempit.

Ekornya menyimpan saraf yang dapat mempengaruhi otot-otot ekor serta kontrolnya terhadap buang air kecil dan buang air besar. Oleh karena itu, selucu apapun ekor kucing, usahakan untuk tidak menariknya karena dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Adanya ekor juga membantu kucing untuk mengatur suhu tubuh dengan cara melingkar agar tubuhnya tetap hangat. Lebih dari itu, ekor berfungsi melindungi anus kucing saat mereka bergerak, serta menjadi sumber informasi sensorik yang penting berkat saraf-saraf di ujungnya.

Mengenali bahasa tubuh kucing

Kucing
Kucing (pexels.com/Tim Raack)

Memahami bahasa tubuh tidak terlalu susah, kamu hanya perlu memperhatikan bagaimana anggota tubuhnya bergerak seolah memberi isyarat. Beberapa anggota tubuh yang biasa digerakkan sebagai bahasa adalah ekor, telinga, mata, dan suara 'meong'. Posisi cakar juga dapat memberikan banyak informasi.

Saat suasana hati kucing sedang senang atau dalam posisi bermain, maka telinganya tampak terlipat ke belakang. Kucing yang berada di posisi terancam atau tengah cemas, telinganya terlihat mengarah ke samping atau terlipat rata. Tetapi, jika sepasang telinganya tampak kokoh menghadap depan, artinya kucing sedang pada suasana yang rileks.

Ekornya pun turut berbicara dengan gerakan yang bervariasi. Ekor yang tegak lurus menandakan kucing sedang menyapa hewan atau manusia dengan ramah. Ekor bergerak bolak-balik di lantai adalah isyarat bahwa dirinya sedang kesal dengan sesuatu. Ekor yang menggantung ke bawah berarti kucing tengah berada di mode waspada atau menyelidiki sesuatu.

Terkadang kucing juga berbicara melalui mata. Pupil yang membesar menandakan dirinya sedang cemas. Sementara pupil yang sempit adalah tanda kucing tengah agresif.

Kenapa kucing suka membanting ekornya saat tidur?

Kucing
Kucing (pexels.com/ˈɪmɪdʒ fotografi)

Kucing suka membanting ekornya saat tidur, ini bukan sekadar gerakan biasa. Tetapi, tersimpan bahasa dan makna yang jarang diketahui banyak orang. Kucing yang mengibaskan atau menghentakkan ekornya saat tidur kemungkinan kucing tengah bermimpi apa yang terjadi saat itu.

Dilansir Sheba UK, para ahli perilaku kucing seperti Dr. Mikel Delgado, menyatakan bahwa seperti mamalia yang lain dengan struktur otak serupa, yakni kucing memiliki pola tidur REM (tahap tidur terdalam), itulah mengapa kucing bisa tidur sampai 16 jam sehari. Jadi, bisa saja kucing sedang memimpikan berburu burung, makan makanan lezat, atau bermain-main.

Kucing mengalami tahap tidur yang berbeda, sebelum berada di fase tidur terdalam awalnya kucing akan tertidur ringan. Saat tidur ringan kucing masih menggerakkan beberapa anggota tubuhnya salah satunya adalah ekor, hal ini dilakukan sebagai bentuk waspada.

Gerakan ekor yang diperlihatkan pun bervariasi. Misalnya, gerakan ekor yang lembut dan berirama, gerakan ini terjadi tanpa buru-buru dan dikaitkan dengan mimpi ringan atau kedutan otot. Sementara itu, gerakan ekor yang menghantam kuat adalah reaksi yang kuat terhadap aroma atau suara yang tiba-tiba, gerakan ini menandakan mimpi yang lebih intens.

Sebagai penutup, kenapa kucing suka menghentakkan ekornya saat tidur adalah karena kucing berada di fase mimpi terdalam atau sedang mode waspada saat tidur ringan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Kucing Suka Membanting Ekornya Saat Tidur?

08 Feb 2026, 13:15 WIBScience