Sejarah mencatat bahwa Pacitan telah beberapa kali mengalami gempa besar yang disertai tsunami. Berdasarkan sejumlah catatan dan data BMKG, berikut beberapa peristiwa gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Pacitan.
Gempa besar berkekuatan M 7,6 pernah terjadi pada 11 September 1921 dengan pusat gempa di zona outer rise selatan Pacitan dan memicu tsunami hingga Cilacap. Selain itu, pada 27 September 1937, Pacitan kembali diguncang gempa dahsyat dengan intensitas VIII–IX MMI yang menyebabkan sekitar 2.200 rumah roboh dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Pacitan pernah digulung tsunami setelah Gempa Jawa pada 4 Januari 1840. Meski ketinggian gelombang tidak tercatat secara pasti, gempa kuat dirasakan hingga Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, lalu diikuti gelombang pasang atau tsunami di pesisir selatan Pacitan.
BMKG mencatat gempa besar kembali terjadi di Pulau Jawa dan memicu tsunami yang menerjang Teluk Pacitan. Peristiwa ini termasuk tsunami historis Jawa Timur yang terdokumentasi dalam katalog tsunami dan arsip kolonial. Tsunami tersebut menewaskan beberapa awak kapal.
Jadi, kenapa Pacitan sering gempa berkaitan dengan kedekatannya terhadap sumber gempa di wilayah selatan Jawa. Semoga penjelasan ini menambah wawasanmu.
Kenapa Pacitan sering mengalami gempa bumi? | Karena Pacitan berada dekat zona subduksi selatan Jawa dan sumber gempa megathrust, sehingga aktivitas tektoniknya sangat tinggi. |
Apakah gempa di Pacitan selalu berpotensi tsunami? | Tidak. Banyak gempa di Pacitan merupakan gempa intraslab yang terjadi cukup dalam dan umumnya tidak memicu tsunami. |
Kenapa gempa di Pacitan sering terasa luas? | Karena gempa umumnya terjadi di kedalaman cukup dalam sehingga getarannya bisa menjalar ke wilayah yang lebih luas. |
Referensi
"Pakar UGM Ungkap Gempa Yang Sering Terjadi di Selatan Pacitan". Universitas Gadjah Mada. Diakses Februari 2026.
"Gempabumi Tektonik M6,4 di Pacitan, Jawa Timur, Tidak Berpotensi Tsunami". BMKG. Diakses Februari 2026.