Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Pernikahan Rakyat Biasa & Bangsawan Sering Menuai Kontroversi?
YouTube.com/The Royal Family

Pernikahan kerajaan tak selamanya seperti yang ada di dongeng pengantar tidur. Meskipun seorang pangeran atau putri terlibat, ada pesta yang luar biasa mewah. Namun secara historikal pernikahan kerajaan seperti ini justru menyimpan hal yang miris, bahkan dibumbui politik.

Singkatnya, pernikahan Harry dan Meghan tak akan terjadi jika mereka bertemu 100 atau 50 tahun yang lalu.

Seperti yang kita tahu, anggota keluarga bangsawan kerajaan biasanya tak diperbolehkan untuk menikahi rakyat biasa, tapi mengapa?

1. Sebelum memasuki abad 20, pernikahan kerajaan dulunya tak pernah murni karena cinta atau pilihan pribadi

pinterest.com

Royal wedding umumnya mengikuti pola dan tradisi yang sama yang sudah mereka ikuti ratusan tahun. Pernikahan kerajaan biasanya dilakukan untuk tujuan politik, untuk menjalin aliansi dan memperluas teritorial.

Romantis? Apanya yang romantis?

2. Memasuki abad 21, para anggota kerajaan kini sudah mulai berani untuk mendobrak tradisi kuno ini

YouTube.com/The Royal Family

King Edward IV adalah satu-satunya pengecualian pada tahun 1464, ketika ia menikahi rakyat biasa bernama Elizabeth Woodville murni karena cinta. Pernikahan diam-diam mereka lakukan. Banyak penasihat kerajaan yang tak menyetujui hubungan mereka karena status Elizabeth yang seorang janda dengan 2 anak.

Sama seperti Edward IV, Pangeran William juga menikahi seorang rakyat biasa, yaitu Kate Middleton. Dan ini adalah pernikahan dengan rakyat sipil pertama dalam sejarah kerajaan Inggris.

3. Peristiwa turun tahtanya King Edward VIII juga semakin membuat peraturan tradisional itu semakin mendapat sorotan

newrepublic.com

Seperti yang sudah kita ketahui, King Edward VIII memilih untuk turun dari tahta kerajaan dan meninggalkan semua hak istimewanya sebagai bangsawan, agar ia bisa menikahi perempuan biasa yang ia cintai, yaitu Wallis Simpson.

Ini artinya sang adik, Albert, menjadi raja dengan nama King George VI dan anak perempuannya, Elizabeth, menjadi pewaris tahta.

4. Meskipun begitu, Elizabeth harus mengikuti peraturan kerajaan ketika urusan pernikahan

mirror.co.uk

Di usia 11 tahun, Elizabeth sudah dipertemukan dengan lima calon suami pilihan, yang nanti satu di antaranya akan menjadi suaminya.

Dari kelima calon, satu di antaranya Prince Philip of Greece and Denmark, yang pada akhirnya menjadi pelabuhan terakhir sang ratu. Namun, Philip harus meninggalkan semua gelar kebangsawanannya untuk menjadi suami Elizabeth. Kemudian saat hari pernikahan, Philip dianugerahi gelar The Duke of Edinburgh pada 1947.

Sejak saat itu, semua anak-anak dan cucunya lebih leluasa untuk memilih pasangan mereka.

5. Seiring berjalannya waktu, peraturan-peraturan ini sudah semakin disesuaikan

goalcast.com

Karena di berbagai pemerintahan monarki lainnya juga sudah semakin banyak pernikahan antara rakyat biasa dengan keluarga kerajaan. Kini pernikahan seperti Pangeran Harry dan Meghan Markle sudah menjadi hal yang biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team