Meski mayoritas reptil jarang bersuara, ada beberapa pengecualian. Gecko dikenal mampu mengeluarkan bunyi mencicit. Buaya dan aligator bahkan menciptakan suara rendah saat musim kawin atau mempertahankan wilayah. Namun, kemampuan vokal ini tetap terbatas dan tidak sekompleks sistem komunikasi suara pada burung atau mamalia.
Dengan memahami cara hidup reptil, kita belajar bahwa komunikasi tidak selalu berbentuk bunyi. Alam menawarkan banyak cara untuk bertahan. Dalam kasus reptil, sunyi adalah bahasa utama. Dan bahasa itu bekerja dengan sangat baik.
Sumber Referensi :
Ferrara, C. R., Jorgewich-Cohen, G., Sousa-Lima, R., Doody, S., & Reber, S. A. (2025). The Diversity and Evolution of Vocal Communication in Nonavian Reptiles. Annual Review of Ecology, Evolution, and Systematics, 56(1), 521-542.
Lin, F. C., Lin, S. M., & Godfrey, S. S. (2024). Hidden social complexity behind vocal and acoustic communication in non-avian reptiles. Philosophical Transactions B, 379(1905), 20230200.
Poma-Soto, F., Narváez, A. E., & Romero-Carvajal, A. (2021). Visual signaling in the semi-fossorial lizard Pholidobolus montium (Gymnophthalmidae). Animals, 11(11), 3022.