Referensi
Australian Museum. Diakses pada Januari 2026. Blind Snake
Britannica Kids. Diakses pada Januari 2026. Brahminy Blind Snake
ANU (The Australian National University). Diakses pada Januari 2026. Spags, Snags and the Secret of Blind Snake Evolution
Wikipedia. Diakses pada Januari 2026. Typhlopidae
7 Spesies Ular Buta, Reptil Misterius Penghuni Bawah Tanah

- Ular buta adalah reptil unik yang berevolusi menjadi ahli bertahan hidup di bawah tanah.
- Brahminy blind snake memiliki persebaran terluas di dunia dan berkembang biak melalui partenogenesis.
- Texas blind snake, Ramphotyphlops, Afrotyphlops anomalus, Anilios bicolor, Letheobia grace, dan Cuban blind snake adalah spesies ular buta lainnya dengan adaptasi unik.
Ular buta merupakan kelompok reptil unik yang sebagian besar berasal dari famili Typhlopidae. Sesuai namanya, ular ini memang hampir tidak bisa melihat. Matanya mengalami penyusutan ekstrem hingga hanya tampak seperti titik hitam kecil yang tersembunyi di balik sisik transparan. Dalam praktiknya, penglihatan mereka nyaris tidak berfungsi sama sekali.
Namun, keterbatasan tersebut bukanlah kelemahan. Justru, ular buta berevolusi menjadi ahli bertahan hidup di bawah tanah. Tubuhnya kecil, ramping, dan menyerupai cacing, sangat cocok untuk kehidupan fosorial atau menggali tanah. Alih-alih mengandalkan penglihatan, ular buta mengoptimalkan indra peraba, sensitivitas terhadap getaran, serta penciuman kimia untuk menemukan mangsa seperti semut, rayap, dan invertebrata kecil lainnya. Spesies ular buta dapat ditemukan di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa spesies ular buta yang paling menarik, lengkap dengan ciri khas, habitat, dan adaptasi uniknya.
1. Brahminy blind snake (Indotyphlops braminus)
Brahminy blind snake dikenal sebagai ular buta dengan persebaran terluas di dunia. Salah satu alasannya: ular ini sering menumpang di tanah pot tanaman hias, lalu tanpa sadar terbawa manusia ke wilayah baru.
Panjangnya hanya sekitar 10–18 cm dengan tubuh mengilap berwarna abu-abu gelap hingga keunguan. Spesies ini ditemukan di Asia Tenggara, Afrika Timur tropis, hingga Florida karena terbawa oleh manusia.
Hal paling mengejutkan dari ular ini adalah cara berkembang biaknya. Semua individu Brahminy blind snake adalah betina dan bereproduksi melalui partenogenesis, yaitu bertelur tanpa pembuahan oleh jantan. Sisik rostralnya berbentuk seperti sekop kecil, sangat membantu saat menggali tanah. Ular ini sama sekali tidak berbahaya bagi manusia.
2. Texas blind snake (Rena dulcis)
Texas blind snake merupakan spesies asli Amerika Serikat bagian barat daya dan Meksiko. Panjang tubuhnya bisa mencapai 25 cm dengan warna tubuh merah muda pucat atau cokelat muda yang seragam.
Ular ini aktif di malam hari, terutama setelah hujan. Saat itulah ia muncul ke permukaan untuk mencari serangga. Moncongnya tumpul dan kuat, ideal untuk menggali tanah kering. Menariknya, tidak seperti banyak kerabatnya, Texas blind snake cukup sering terlihat muncul ke permukaan saat musim hujan lebat, menunjukkan kemampuannya bertahan di lingkungan yang relatif kering.
3. Ramphotyphlops

Genus Ramphotyphlops mencakup lebih dari 20 spesies yang tersebar di Asia Selatan, Kepulauan Pasifik, dan Australia. Salah satu ciri khas kelompok ini adalah ekornya yang panjang dan berujung sisik tajam, berfungsi sebagai alat bantu navigasi di dalam tanah.
Panjang tubuhnya bisa mencapai 30 cm. Mereka hidup di serasah daun dan tanah gembur, dengan makanan utama berupa larva semut.
4. Afrotyphlops anomalus
Spesies ini berasal dari Afrika Sub-Sahara dan merupakan bagian dari genus Afrotyphlops yang memiliki hampir 30 anggota. Afrotyphlops anomalus memiliki tubuh lebih kekar dibandingkan ular buta lain, dengan panjang sekitar 20 cm. Ia menggali tanah savana yang padat dan mampu mendeteksi mangsa melalui getaran tanah.
Gigi kecil di rahang atasnya berfungsi untuk mencengkeram invertebrata. Paru-parunya berstruktur khusus, memungkinkan ular ini bertahan lebih lama di lingkungan bawah tanah dengan kadar oksigen rendah. Keberadaannya mendukung teori bahwa Typhlopidae berakar dari Afrika sejak akhir periode Kapur.
5. Anilios bicolor
Australia dikenal sebagai surganya ular buta, dan Anilios bicolor adalah salah satu contohnya. Spesies ini hanya ditemukan di Australia Barat dan memiliki panjang sekitar 15 cm.
Ciri paling mudah dikenali adalah tubuhnya yang berwarna dua gradasi, dengan bagian kepala lebih gelap dan bagian belakang lebih terang. Ia hidup di daerah gurun berpasir dan menggunakan ujung ekornya yang keras sebagai jangkar saat menggali. Karena penglihatannya sangat terbatas, ular ini sepenuhnya mengandalkan penciuman kimia dan dikenal sebagai pemangsa rayap yang efisien.
6. Letheobia grace
Letheobia grace hidup di padang rumput Afrika dan beberapa wilayah Timur Tengah. Tubuhnya ramping dan bisa tumbuh hingga 30 cm. Kendati disebut buta, sisa matanya masih mampu mendeteksi perubahan cahaya, membantunya mengidentifikasi siang dan malam.
Ular ini aktif pada malam hari dan memangsa serangga sosial, seperti semut dan rayap. Sesekali, ia muncul ke permukaan untuk berpindah lokasi. Persebarannya memperlihatkan bagaimana keluarga Typhlopidae menyebar luas setelah terpisahnya Madagaskar dari benua Afrika.
7. Cuban blind snake (Cubatyphlops)
Di wilayah Karibia, terutama Kuba, hidup kelompok ular buta endemik dari genus Cubatyphlops. Terdapat sekitar 12 spesies yang hanya ditemukan di pulau-pulau tersebut.
Ukurannya kecil, sekitar 12–18 cm, dengan sisik mengilap dan ekor pendek. Para ilmuwan meyakini bahwa ular ini mencapai Karibia melalui “rafting” alami dari Amerika Selatan jutaan tahun lalu. Adaptasi unik seperti struktur paru-paru khusus membantu mereka bertahan di liang tanah dengan oksigen rendah, terutama di hutan yang kaya rayap.
Ular buta menunjukkan bagaimana evolusi tidak selalu bergerak menuju penglihatan tajam atau ukuran besar. Dengan mengorbankan kemampuan melihat, mereka justru menjadi penguasa dunia bawah tanah. Perannya dalam mengendalikan populasi serangga menjadikan ular buta bagian penting dari ekosistem. Di balik ukurannya yang kecil dan penampilannya yang sederhana, tersimpan kisah adaptasi luar biasa yang membentang lintas benua dan jutaan tahun evolusi.


















