Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Waktu Terasa Lama Saat Berpuasa? Ini Alasannya
ilustrasi menunggu buka puasa (pexels.com/cottonbro studio)
  • Waktu terasa lebih lama saat berpuasa karena kombinasi faktor fisik dan psikologis, seperti rasa lapar, haus, serta otak yang lebih sadar pada detik demi detik yang berlalu.

  • Kadar gula darah menurun dan hormon ghrelin meningkat membuat energi serta fokus berkurang sehingga perhatian mudah teralihkan pada rasa lapar.

  • Mengalihkan fokus ke aktivitas produktif atau menyenangkan dapat membantu otak tetap sibuk, mengurangi kesadaran terhadap waktu, dan membuat puasa terasa berjalan lebih cepat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menunggu waktu berbuka sering kali jadi tantangan tersendiri saat menjalankan puasa. Padahal aktivitas yang dilakukan tidak jauh berbeda dari hari biasa, tetapi rasanya jarum jam bergerak lebih lambat dari yang kita harapkan.

Kenapa waktu terasa lama saat berpuasa? Fenomena ini berkaitan dengan kondisi fisik dan psikologis kita, mulai dari rasa lapar dan haus yang membuat fokus menurun hingga otak jadi lebih sadar pada setiap detik yang berlalu. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!

Kenapa waktu terasa lama saat berpuasa?

Waktu terasa lama saat berpuasa karena dipengaruhi kombinasi faktor psikologis dan fisik. Saat bosan atau menunggu, otak jadi lebih sadar pada setiap detik yang berlalu. Di sisi lain, kadar gula darah yang menurun membuat energi dan fokus berkurang, ditambah peningkatan hormon lapar seperti ghrelin yang memengaruhi konsentrasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Otak lebih sadar pada waktu saat tidak banyak distraksi

Saat sibuk, otak fokus pada berbagai tugas dan rangsangan. Perhatian kita pun terbagi sehingga tidak terlalu menyadari detik demi detik yang berlalu. Inilah kenapa waktu terasa cepat saat sedang bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas menyenangkan.

Sebaliknya, ketika berpuasa, terutama saat menunggu berbuka, aktivitas sering kali terasa lebih lambat atau membosankan. Ketika tidak banyak hal yang benar-benar menyita perhatian, otak punya “ruang kosong” untuk menyadari waktu berjalan. Akibatnya, setiap menit terasa lebih panjang karena kita seperti menonton jarum jam bergerak.

2. Rasa lapar mengganggu fokus otak

Saat lapar, tubuh melepaskan hormon bernama ghrelin atau “hormon lapar”. Kadar ghrelin meningkat untuk memberi sinyal ke otak bahwa tubuh membutuhkan makanan. Namun, peningkatan hormon ini juga bisa memengaruhi fokus dan perhatian.

Akibatnya, kita lebih sulit berkonsentrasi pada tugas. Pikiran mudah teralihkan, bahkan cenderung memikirkan makanan atau waktu berbuka. Ketika perhatian terus kembali pada rasa lapar, detik demi detik terasa lebih lambat. Bukan karena waktu benar-benar melambat, tetapi karena fokus kita terus tertuju pada penantian itu sendiri.

3. Tubuh kehilangan energi, konsentrasi menurun

Selama berpuasa, tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan dan minum. Biasanya kita terbiasa sarapan atau ngemil pada sela aktivitas. Saat puasa, tubuh harus menahan asupan selama belasan jam. Kadar gula darah yang mulai menurun membuat energi berkurang dan konsentrasi tidak seoptimal biasanya.

Glukosa adalah sumber energi utama tubuh yang disimpan di hati. Energi dari glukosa termasuk yang paling cepat digunakan, dan beberapa bagian tubuh, seperti sel darah merah dan sistem saraf pusat, sangat bergantung padanya. Ketika kadar glukosa menurun, tubuh terasa lemas, kepala bisa pusing, dan fokus berkurang. Dalam kondisi ini, kita jadi lebih sadar terhadap waktu karena aktivitas terasa lebih berat untuk dijalani.

4. Fokus berlebihan pada rasa lapar dan haus

Secara psikologis, kesadaran bahwa kita sedang berpuasa juga punya pengaruh besar. Ketika tahu tidak bisa makan atau minum hingga waktu tertentu, pikiran cenderung lebih sensitif terhadap rasa lapar dan haus. Perhatian yang terpusat pada satu hal ini membuat waktu terasa berjalan lambat.

Semakin sering kita melihat jam dan menghitung mundur waktu berbuka, semakin panjang rasanya hari itu. Ini mirip seperti saat menunggu antrean panjang atau berada di ruang tunggu karena fokus pada menunggu. Alhasil, waktu terasa seolah berhenti.

Tips agar puasa terasa lebih cepat saat puasa

Agar puasa tidak terasa berjalan lambat, kamu perlu mengalihkan perhatian dari hitung mundur waktu berbuka ke aktivitas yang lebih menyerap fokus. Berikut beberapa tips agar puasa terasa lebih cepat:

  • Berhenti terlalu sering melihat jam

Terlalu sering mengecek waktu justru membuatmu makin sadar setiap detik yang berlalu. Kebiasaan ini bisa meningkatkan rasa gelisah, stres, dan tidak sabar karena pikiran terus menghitung mundur menuju berbuka. Coba kurangi melihat jam dan latih diri untuk menerima rasa tidak nyaman dengan lebih tenang, tanpa terus berharap waktu cepat selesai.

  • Cari aktivitas yang membuat kamu masuk ke “flow”

Flow adalah kondisi ketika kamu sangat fokus pada suatu aktivitas sampai lupa waktu. Ini bisa terjadi saat menulis, menggambar, berolahraga, membuat kerajinan, atau bermain game. Saat perhatian terserap penuh pada proses, kamu tidak lagi terlalu sadar pada rasa lapar atau lamanya hari, dan tiba-tiba waktu berbuka sudah semakin dekat.

  • Tetap sibuk dengan aktivitas

Hari yang terisi kegiatan biasanya terasa lebih cepat dibanding saat kosong. Mengarahkan perhatian pada pekerjaan, belajar, hobi, atau aktivitas positif lainnya membantu otak tetap terlibat sehingga tidak terus-menerus memikirkan rasa lapar dan waktu. Semakin fokus kamu pada hal bermanfaat, makin kecil kemungkinan hari terasa berjalan lambat.

Itulah penjelasan mengenai alasan kenapa waktu terasa lama saat berpuasa. Sebenarnya bukan karena waktu melambat, melainkan karena tubuh dan pikiran sedang beradaptasi. Dengan memahami hal ini, kamu bisa mengisi waktu dengan aktivitas yang bermakna agar hari terasa lebih ringan. Semoga informasi ini bermanfaat!

FAQ seputar kenapa waktu terasa lama saat berpuasa

Kenapa waktu terasa lama saat berpuasa?

Karena tubuh sedang kekurangan energi dan pikiran lebih fokus pada rasa lapar serta menunggu waktu berbuka, sehingga kita jadi lebih sadar pada setiap detik yang berlalu.

Apakah rasa lapar memengaruhi persepsi waktu?

Ya. Saat lapar, hormon seperti ghrelin meningkat dan dapat mengganggu fokus. Akibatnya, waktu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya.

Apakah waktu benar-benar melambat saat puasa?

Tidak. Waktu tetap berjalan normal, hanya persepsi kita yang berubah karena kondisi fisik dan fokus pikiran yang berbeda.

Referensi

"Why Time Flies When You’re Having Fun and Drags When You’re Bored". Time. Diakses Maret 2026.
"Time Perception: Why Time Flies When We're Having Fun". Mirage News. Diakses Maret 2026.
"Cant Focus When Hungry". Foc.us. Diakses Maret 2026.
"The Effects of Hunger and Malnutrition". Concern. Diakses Maret 2026.
"Trying to Make the Days Pass Faster? These 9 Tips Can Help". Healthline. Diakses Maret 2026.

Editorial Team