Ekspansi kelapa sawit sering dipersepsikan sebagai sumber kerusakan lingkungan yang bisa ditunjuk satu penyebab dan satu akibat. Padahal, dampak sawit untuk lingkungan bekerja dengan cara yang jauh lebih rumit dan tidak selalu terlihat langsung. Banyak perubahan muncul dengan jeda waktu, berpindah lokasi, lalu saling memperkuat satu sama lain.
Akibatnya, kerusakan sering baru disadari ketika dampaknya sudah meluas. Cara kerja seperti ini membuat sawit tidak bisa dipahami sebagai pemicu masalah sesaat. Kerusakan yang muncul adalah hasil dari rangkaian proses yang saling terhubung. Berikut penjelasan mengapa kerusakan tersebut bersifat sistemik, bukan insidental.
