ilustrasi ketupat (unsplash.com/Mufid Majnun)
Karena sama-sama berasal dari beras, ketupat dan nasi memiliki pengaruh yang relatif mirip terhadap kadar gula darah. Keduanya merupakan sumber karbohidrat yang akan dipecah menjadi glukosa selama proses pencernaan. Glukosa kemudian digunakan tubuh sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Salah satu cara untuk melihat seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah adalah melalui nilai indeks glikemik atau glycemic index (GI). Menurut data indeks glikemik dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, nasi putih termasuk makanan dengan nilai glycemic load yang cukup tinggi. Artinya, nasi putih dapat menyebabkan kenaikan gula darah relatif lebih cepat setelah dikonsumsi.
Sementara itu, ketupat yang juga terbuat dari beras memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda karena bahan dasarnya sama. Meski begitu, perbedaan tekstur, kepadatan, serta porsi konsumsi dapat memengaruhi seberapa cepat tubuh menyerap karbohidrat tersebut. Oleh sebab itu, konsumsilah ketupat dan nasi dalam jumlah wajar agar lonjakan gula darah tetap terkontrol.
Referensi
"Rice and Cake: Calories and Nutrition Analyse". Calories Info. Diakses pada Maret 2026.
"Nutrients Composition". Malaysian Food Composition Database. Diakses pada Maret 2026.
"Ketupat". NutriNusa (Database Kalori & Nutrisi Makanan Indonesia). Diakses pada Maret 2026.
"Carbohydrates and Blood Sugar". Harvard T.C Chan School of Public Health. Diakses pada Maret 2026.