"6 Reasons Why You’re Not Hungry in the Morning". Healthline. Diakses pada Maret 2026.
"Feeling Less Hungry? Here Are 10 Possible Reasons Why". Health. Diakses pada Maret 2026.
"Reasons You’re Not Hungry". WebMD. Diakses pada Maret 2026.
Mengapa Ada Orang Tidak Pernah Lapar meski Sahur Sangat Sedikit?

- Tubuh dapat menahan lapar lebih lama karena penggunaan cadangan energi seperti glikogen dan lemak berlangsung efisien, menjaga suplai energi meski sahur hanya sedikit.
- Komposisi makanan sahur berperan besar; protein, serat, dan karbohidrat kompleks membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dibanding makanan tinggi gula sederhana.
- Kebiasaan puasa membuat tubuh beradaptasi menghemat energi dan menyeimbangkan hormon lapar, sehingga sebagian orang tidak cepat merasa lapar walau porsi sahurnya kecil.
Sahur sering dianggap sebagai penentu kuat atau tidaknya rasa lapar sepanjang hari saat puasa Ramadan. Namun kenyataannya, sebagian orang tetap mampu beraktivitas normal meski hanya makan sedikit saat sahur dan hampir tidak merasakan lapar yang berarti hingga waktu buka puasa tiba. Kondisi ini kerap memunculkan rasa heran karena banyak orang justru cepat lapar walau porsi sahurnya cukup besar.
Perbedaan tersebut tidak selalu berkaitan dengan kemauan menahan lapar, melainkan lebih sering dipengaruhi cara tubuh mengelola energi setelah sahur. Berikut beberapa fakta kesehatan yang membantu memahami kenapa ada orang yang bisa menahan lapar walau makan sedikit saat sahur.
1. Tubuh memiliki cadangan energi yang bisa dipakai lebih lama

Tubuh manusia menyimpan energi dalam bentuk glikogen di hati dan otot, lalu cadangan ini akan digunakan perlahan ketika tidak ada asupan makanan selama beberapa jam. Pada sebagian orang, penggunaan cadangan energi berlangsung lebih efisien sehingga tubuh tetap memiliki bahan bakar meski sahur hanya sedikit. Ketika glikogen dipakai secara bertahap, tubuh tidak segera memicu sinyal lapar yang kuat.
Selain glikogen, tubuh juga mampu memanfaatkan lemak sebagai sumber energi tambahan setelah cadangan awal mulai berkurang. Proses ini membuat energi tetap tersedia tanpa harus terus menerima asupan makanan. Karena itulah seseorang bisa tetap merasa cukup bertenaga walau porsi sahurnya kecil. Tubuh yang terbiasa memanfaatkan cadangan energi dengan baik biasanya tidak cepat memberi sinyal lapar.
2. Komposisi makanan sahur memengaruhi rasa lapar

Jumlah makanan saat sahur tidak selalu menentukan kuat atau tidaknya rasa lapar. Komposisi makanan sering lebih berpengaruh dibanding sekadar besar porsi. Sahur yang mengandung protein, serat, serta karbohidrat kompleks biasanya membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dibanding makanan yang dominan gula sederhana.
Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga tubuh tidak cepat merasa kosong. Serat juga membantu memperlambat proses pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Akibatnya, seseorang yang makan sedikit tetapi memilih jenis makanan yang tepat bisa tetap merasa cukup sampai siang atau bahkan menjelang sore.
3. Tubuh sudah terbiasa berpuasa atau menunda makan

Tubuh memiliki kemampuan menyesuaikan diri terhadap kebiasaan makan. Orang yang terbiasa menunda makan dalam jangka waktu tertentu sering kali tidak mudah merasa lapar walau sahur hanya sedikit. Adaptasi ini terjadi karena tubuh belajar menggunakan energi secara lebih hemat selama tidak ada asupan makanan.
Setelah beberapa hari atau minggu menjalani puasa, sinyal lapar juga sering muncul lebih ringan dibanding awal puasa. Tubuh memahami bahwa makanan tidak selalu tersedia dalam waktu dekat sehingga penggunaan energi menjadi lebih terkontrol. Adaptasi semacam ini membuat sebagian orang tetap merasa nyaman meski sahur tidak banyak.
4. Kadar gula darah lebih terjaga setelah sahur

Rasa lapar sering berkaitan dengan naik turunnya kadar gula darah. Ketika gula darah turun terlalu cepat, tubuh akan memicu rasa lapar agar seseorang segera makan kembali. Pada orang tertentu, kadar gula darah dapat bertahan lebih seimbang setelah sahur sehingga rasa lapar tidak cepat muncul.
Hal ini biasanya dipengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi serta cara tubuh memproses glukosa. Karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat membantu pelepasan energi berlangsung lebih perlahan. Akibatnya, tubuh tetap memperoleh suplai energi secara bertahap tanpa memicu sinyal lapar yang tiba-tiba.
5. Hormon pengatur lapar bekerja berbeda pada setiap orang

Tubuh memiliki hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan leptin. Ghrelin berperan memicu rasa lapar, sementara leptin membantu memberi sinyal bahwa tubuh sudah cukup mendapatkan energi. Pada beberapa orang, keseimbangan kedua hormon ini membuat rasa lapar muncul lebih lambat walau sahur hanya sedikit.
Selain itu, kualitas tidur, kondisi tubuh, serta kebiasaan makan sebelumnya juga dapat memengaruhi kerja hormon tersebut. Jika hormon lapar tidak meningkat terlalu cepat, seseorang bisa menjalani puasa tanpa merasa sangat lapar sepanjang hari. Inilah sebabnya pengalaman rasa lapar setiap orang bisa sangat berbeda.
Rasa lapar saat puasa ternyata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan saat sahur. Cara tubuh menyimpan energi, komposisi makanan, serta kerja hormon ikut menentukan apakah seseorang cepat lapar atau justru tetap nyaman meski sahurnya sedikit. Jika tubuh memiliki cara pengelolaan energi yang efisien, sahur sederhana pun bisa cukup menopang aktivitas hingga berbuka.
Referensi









![[QUIZ] Seberapa Sehat Ginjalmu? Jawab 12 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20221020/whatsapp-image-2022-10-20-at-112711-am-54d619d975b4a57db88df909f4dc34fa.jpeg)







![[QUIZ] Pilih Masakan Babi Favoritmu, Kami Tebak Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250125/1000037421-899b59f0f65acad798d392c407f4ab92-7b768b6afd3aa4142ecd82a0a24e844d.jpg)