Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Don Juan Pond
ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Pierre Roudier)

Intinya sih...

  • Kolam mungil di tengah lembah kering Antartika

  • Area dengan tingkat kelembapan terendah di Bumi

  • Satu-satunya perairan yang tidak pernah membeku di Antartika

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia geografi selalu menyimpan kejutan tentang tempat-tempat yang baru lahir atau memiliki usia geologis yang sangat muda di planet kita. Salah satu contoh yang menakjubkan adalah Pulau Surtsey di Islandia yang baru muncul ke permukaan laut pada tahun 1963 akibat letusan gunung berapi bawah laut yang dahsyat. Kehadiran daratan termuda ini memberikan kesempatan langka bagi para ilmuwan untuk mengamati bagaimana kehidupan mulai mendiami sebuah ekosistem dari titik nol.

Namun, keajaiban Bumi tidak hanya berhenti pada daratan yang baru terbentuk, melainkan juga pada tempat-tempat lama yang memiliki karakteristik luar biasa ekstrem. Di benua Antartika, terdapat sebuah kolam kecil bernama Don Juan Pond yang menantang segala logika tentang suhu dingin dan pembekuan. Meskipun Antartika dikenal sebagai gurun es yang membeku, kolam ini justru mempertahankan wujud cairnya sepanjang tahun tanpa terpengaruh lingkungan sekitar. Fenomena unik ini menjadikan Don Juan Pond sebagai salah satu titik paling misterius sekaligus menarik untuk dieksplorasi secara mendalam. Mari kita bedah lebih jauh mengenai kolam kecil ini!

1. Kolam mungil di tengah lembah kering Antartika

ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Dturme)

Dilansir laman McMurdo Dry Valleys LTER, Don Juan Pond terletak di lokasi yang sangat spesifik dan unik, yaitu di Lembah Kering McMurdo (McMurdo Dry Valleys), Antartika. Berbeda dengan citra Antartika yang penuh hamparan es, lembah ini merupakan gurun dingin yang tanahnya tidak tertutup oleh salju maupun lapisan es tebal.

Ukuran kolam ini sebenarnya sangat kecil, hanya memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar sekitar 100 meter, hampir menyerupai ukuran kolam penampungan air biasa. Kedalamannya pun tergolong sangat dangkal karena rata-rata airnya hanya setinggi mata kaki manusia atau sekitar 10 sentimeter saja. Kolam ini pertama kali ditemukan pada tahun 1961 oleh dua pilot helikopter yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama tempat ini, yaitu Don Roe dan Juan Thompson.

2. Area dengan tingkat kelembapan terendah di Bumi

ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Pierre Roudier)

Wilayah di sekitar Don Juan Pond memiliki karakteristik iklim yang sangat kontradiktif dengan statusnya sebagai benua yang menyimpan cadangan air tawar terbesar. Melansir laman NASA, Lembah Kering McMurdo, tempat kolam ini berada, merupakan area dengan tingkat kelembapan terendah di Bumi yang hampir tidak pernah mengalami presipitasi atau turun salju.

Angin katabatik yang sangat kuat seringkali menerjang wilayah ini, sehingga sisa-sisa es yang mungkin terbentuk akan segera menguap melalui proses sublimasi yang cepat. Suhu udara di sekitar kolam dapat turun drastis hingga di bawah -50 derajat Celsius, menciptakan lingkungan yang sangat tidak ramah bagi kehidupan makroskopis. Menariknya, meskipun udaranya sangat dingin dan kering, tanah di dasar kolam tersebut kaya akan kandungan mineral kalsium klorida yang sangat tinggi.

3. Satu-satunya perairan yang tidak pernah membeku di Antartika

ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Pierre Roudier)

Melansir laman NASA Science, hal yang paling mengagumkan dari Don Juan Pond adalah statusnya sebagai satu-satunya perairan di Antartika yang tidak pernah membeku meskipun suhunya jauh di bawah titik beku normal. Rahasia di balik kemampuan anti-beku ini terletak pada tingkat salinitas atau kadar garamnya yang mencapai lebih dari 40 persen, menjadikannya jauh lebih asin daripada Laut Mati.

Kandungan garam yang didominasi oleh kalsium klorida ini bekerja sebagai zat antibeku alami yang sangat kuat dan efektif menekan titik beku air. Akibatnya, molekul air di dalam kolam tidak mampu membentuk struktur kristal es bahkan saat suhu lingkungan sekitarnya mencapai titik paling mematikan. Tanpa kandungan garam yang masif ini, Don Juan Pond pasti sudah lama lenyap dan terkubur di bawah lapisan es yang tebal seperti danau-danau lain di Antartika.

4. Sumber airnya berasal dari permukaan tanah

ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Pierre Roudier)

Banyak orang bertanya-tanya dari mana asal air di Don Juan Pond mengingat tidak ada aliran sungai atau salju yang mencair di lembah yang sangat kering tersebut. Melansir laman ScienceDirect.com, ilmuwan menemukan bahwa kolam ini mendapatkan pasokan air melalui proses yang unik, yaitu dari kelembapan atmosfer dan aliran air tanah yang sangat dalam.

Air tanah yang sangat asin ini perlahan-lahan merembes naik melalui pori-pori tanah yang kering, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai "napas" tanah karena terjadi secara halus dan konstan. Proses hidrologi ini berjalan sangat lambat namun konsisten untuk menjaga agar kolam tetap memiliki genangan air meski penguapan di wilayah tersebut sangatlah tinggi. Interaksi antara tanah yang kering dan air tanah yang kaya mineral ini menciptakan sistem ekosistem tertutup yang tidak bergantung pada siklus air hujan pada umumnya.

5. Memiliki tingkat kekentalan air yang tinggi

ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Pierre Roudier)

Melansir laman Nature, karena kandungan mineral dan garam yang sangat terkonsentrasi, air di Don Juan Pond memiliki sifat fisik yang berbeda total dari air yang kita temui sehari-hari. Cairan di dalam kolam ini memiliki kekentalan yang lebih tinggi, sehingga saat disentuh atau dilihat, teksturnya akan terasa lebih mirip seperti sirup atau minyak encer.

Jika Kamu mencelupkan tangan ke dalamnya, air tersebut akan terasa licin dan segera meninggalkan lapisan kristal garam putih yang tebal saat airnya menguap di kulit. Densitas air yang sangat tinggi ini juga membuat benda-benda dapat mengapung dengan jauh lebih mudah dibandingkan di air tawar atau bahkan air laut biasa. Warna airnya pun cenderung jernih namun terlihat berkilau karena pantulan dari banyaknya partikel mineral yang terlarut di dalamnya.

6. Sumber gas nitrous oksida alami

ilustrasi Don Juan Pond (wikimedia.org/Mike Lucibella)

Dilansir laman AGU Publications, Don Juan Pond juga menyimpan fakta ilmiah menarik lainnya sebagai produsen gas nitrous oksida atau "gas tertawa" yang dihasilkan secara alami melalui proses kimia. Biasanya, gas ini dihasilkan oleh aktivitas mikroorganisme atau bakteri di dalam tanah, namun di Don Juan Pond, prosesnya terjadi tanpa campur tangan makhluk hidup sama sekali.

Reaksi kimia terjadi secara spontan antara air garam kalsium klorida yang pekat dengan batuan vulkanik di dasar kolam yang kaya akan zat besi. Penemuan ini sangat mengejutkan para peneliti karena membuktikan bahwa gas yang sering dianggap sebagai tanda adanya kehidupan ternyata bisa diproduksi murni melalui reaksi abiotik. Hal ini memberikan perspektif baru bagi ilmuwan mengenai cara kerja ekosistem di lingkungan yang sangat ekstrem dan steril.

Segala keunikan yang dimiliki oleh Don Juan Pond menjadikannya sebagai objek penelitian yang sangat berharga, terutama bagi organisasi antariksa seperti NASA. Kondisi kolam yang sangat dingin, kering, dan memiliki kadar garam tinggi dianggap sebagai replika paling akurat dari lingkungan yang ada di permukaan Planet Mars. Dengan mempelajari bagaimana air tetap cair dan bagaimana reaksi kimia terjadi di Don Juan Pond, para ilmuwan dapat memprediksi kemungkinan adanya sumber air serupa di planet merah tersebut. Don Juan Pond bukan sekadar genangan air asin, melainkan sebuah laboratorium alam yang menyimpan kunci jawaban atas misteri di tata surya kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team