ilustrasi kucing (pexels.com/Fred dendoktoor)
Kumis tidak tumbuh asal-asalan. Panjang helai menyesuaikan ukuran tubuh sehingga fungsi pengukuran ruang tetap optimal. Ketika kucing tumbuh makin besar, kumis ikut memanjang sesuai keperluan membawa tubuh melalui celah. Pertumbuhan ini terjadi perlahan tanpa memerlukan campur tangan manusia. Selain itu, kumis rontok secara alami satu per satu lalu tergantikan helai baru sehingga tidak menimbulkan gangguan pada perilaku bergerak.
Apabila kumis dipotong serentak, pertukaran alami terganggu dan waktu pemulihan memanjang. Kucing pun harus melewati fase sulit karena hilangnya pemandu ruang hingga helai pengganti tumbuh. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu. Selama periode tersebut, kucing rawan cedera akibat kesalahan langkah.
Bukan sekadar aksen lucu pada wajah, kumis kucing tak boleh dipotong karena menjadi alat navigasi dengan fungsi luas lainnya. Pemotongan sengaja dapat menurunkan kemampuan orientasi, pergerakan, bahkan naluri berburu sehingga kucing mengalami fase serba terbatas. Dengan memahami peran tiap helai, keputusan terbaik ialah membiarkan kumis tetap tumbuh alami sampai luruh sendiri, setuju?
Referensi:
"Never Trim Your Cat’s Whiskers" Falls Village. Diakses pada Januari 2026
"Is It Bad If My Dog or Cat’s Whiskers Get Trimmed? A Veterinarian Explains" Mermaid Vet Hospital. Diakses pada Januari 2026
"Do Cat Whiskers Grow Back? The Ultimate Guide to Whisker FAQs!" Feliway. Diakses pada Januari 2026
"Here’s why you should never cut your cat’s whiskers" East Bay Times. Diakses pada Januari 2026