ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)
Apakah keberadaan bulan akan lenyap jika terus menjauhi bumi? Lalu apa yang terjadi jika bulan benar-benar hilang dan tidak pernah menyinari bumi lagi?
Tentu ada harga yang harus dibayar jika bulan benar-benar meninggalkan bumi. Hamparan laut yang membentang sangat menggantungkan hidupnya pada bulan untuk melakukan pasang surut. Jika bulan hilang, maka lautan bumi akan memiliki pasang surut yang lebih kecil, sekitar sepertiga dari ukuran saat ini.
Fenomena pasang surut membantu sirkulasi nutrisi di lautan yang menjadi kunci perkembangan ekosistem pesisir. Berbagai biota laut seperti bintang laut, kepiting, ikan, siput, dan kerang sangat menggantungkan hidupnya pada pasang surut. Oleh karena itu, jika bulan hilang, maka kemungkinan terjadinya pasang surut sangatlah kecil, yang mana akan mengancam spesies penghuni laut.
Tidak hanya makhluk di laut, hewan-hewan yang hidup dengan menggandalkan kegelapan atau cahaya bulan pun terancam punah. Beberapa predator biasanya bergantung pada kegelapan dan sedikit cahaya untuk berburu makanan.
Bumi memiliki empat musim, yakni musim semi, musim dingin, musim panas, dan gugur. Jika bulan hilang, artinya musim dapat berubah secara substansial. Kemungkinan akan terjadi cuaca ekstrem atau adanya zaman es.
Dilansir Live Science, bulan tidak akan benar-benar pergi dari bumi meskipun setiap tahunnya bergeser menjauh. Bulan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk benar-benar pergi dari gravitasi bumi.
Sebagai penutup, bulan menjauh dari bumi disebabkan adanya tarikan gravitasi dan pasang surut, di mana akan menciptkan tonjolan pasang surut. Pergeseran bulan ini akan memengaruhi fenomena pasang surut air laut, namun meskipun bergeser setiap tahunnya bulan tidak akan benar-benar meninggalkan bumi.