Karena hanya nyamuk betina yang menggigit, maka merekalah yang berperan dalam penyebaran berbagai penyakit. Virus dan parasit dapat berpindah dari satu inang ke inang lain melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Beberapa penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, antara lain demam berdarah, malaria, Zika, dan West Nile. Nyamuk jantan tidak berperan dalam penularan penyakit karena mereka tidak pernah mengisap darah.
Menariknya, pengetahuan ini juga dimanfaatkan dalam berbagai strategi pengendalian nyamuk. Misalnya, dengan melepaskan nyamuk jantan steril untuk mengurangi populasi atau menggunakan teknologi genetika yang menghambat perkembangan nyamuk betina.
Pada akhirnya, alasan mengapa hanya nyamuk betina yang menggigit sangat sederhana: mereka melakukannya demi menghasilkan keturunan. Nyamuk jantan cukup membantu proses reproduksi tanpa harus mencari darah. Jadi, jika kamu digigit nyamuk, kemungkinan besar itu adalah seekor “calon ibu” yang sedang mencari nutrisi untuk telurnya.
Referensi
Forest Preserve District of DuPage County. Diakses pada April 2026. Do Only Female Mosquitoes Bite?
Foster, W. A. (1995). Mosquito sugar feeding and reproductive energetics. Annual Review of Entomology, 40(1), 443–474. https://doi.org/10.1146/annurev.en.40.010195.002303
MinnPost. Diakses pada April 2026. Are Female Mosquitoes The Only Ones That Drink Blood?
The Rockefeller University. Diakses pada April 2026. Why Male Mosquitoes Leave Humans Alone
World Health Organization. Diakses pada April 2026. Vector-borne Diseases