Loris (commons.wikimedia/The Kukang Rescue Program)
Dilansir Veterinary Medicine Biomedical Sciences, hewan akan menunjukkan perilaku tidak biasa saa terjadi gerhana matahari, khususnya hewan yang aktif di malam hari atau nokturnal. Kegelapan yang tidak biasa ini akan mengganggu jam internal mereka, yang berujung kecemasan dan kebingungan.
DR. Kristina Pradowski, selaku asisten profesor klinis di Sekolah Kedokteran Hewan & Ilmu Biomedis Texas A&M, memberikan wawasan seputar reaksi hewan selama gerhana. Dalam artikel Veterinary Medicine Biomedical Sciences, Pradowski menyatakan jika peningkatakn kegelapan terjadi tiba-tiba di tengah hari tentu akan membingkungan dan membuat hewan peliharaan kehilangan orietasi. Fenomena gerhana matahari seringkali disusul dengan badai, akibatnya hewan yang memiliki riwayat kecemasan akan menunjukkan perilaku tertentu seperto terengah-engah, bersembunyi, mondar-mandir, atau merengek.
Kebingunngan ini tidak hanya berlaku pada hewan liar. Hewan peliharaan yang terbiasa dengan rutinias dengan bergantung pada kebiasaan yang konsisten mulai dari makan, bermain, dan tidur pun akan merasakan yang sama. Saat gelap akibat gerhana matahari, hewan peliharaan juga mampu mengartikan perubahan ini sebagai sinyal untuk memulai rutinitas malamnya, seperti mencari makan atau bergegas masuk kandang untuk tidur.
Burung adalah salah satu contoh hewan yang bergantung pada isyarat cahaya. Jika burung peliharaan berada di luar sangkar, ia akan kembali masuk dan mencari tempat bertengger seolah-olah malam sudah tiba.