ilustrasi kalender (commons.wikimedia.org/Richard M. Wolff)
Meskipun terlihat terus bergeser dalam kalender Masehi, Ramadan sebenarnya selalu dimulai pada tanggal yang sama dalam kalender Hijriah. Setiap tahun, bulan puasa selalu dimulai pada 1 Ramadan dan berlangsung hingga akhir bulan tersebut. Konsistensi ini terjadi karena seluruh sistem penanggalannya mengikuti siklus Bulan yang sama setiap tahun. Jadi, perubahan hanya terlihat ketika dibandingkan dengan kalender solar.
Hal ini menegaskan bahwa jatuhnya Ramadan terlihat maju sebenarnya hanyalah efek perbandingan dua sistem waktu berbeda. Jika seseorang hanya menggunakan kalender Hijriah, tidak akan ada kesan bahwa Ramadan berpindah-pindah. Fenomena tersebut baru terlihat ketika dua sistem kalender disandingkan. Dengan kata lain, pergeseran Ramadan adalah konsekuensi alami dari perbedaan cara manusia mengukur waktu di langit.
Ramadan selalu maju dalam kalender Masehi karena kalender Hijriah mengikuti siklus bulan yang lebih pendek daripada siklus revolusi bumi terhadap matahari. Selisih sekitar sebelas hari tiap tahun membuat bulan puasa terus bergerak hingga akhirnya kembali ke titik awal setelah puluhan tahun. Jika waktu saja bisa berbeda hanya karena cara menghitungnya, pernah terpikir bagaimana manusia sejak dulu menentukan sistem penanggalan yang digunakan hingga sekarang?
Referensi
"How Muslims Determine When Ramadan Begins Each Year" Religion Unplugged. Diakses pada Februari 2026.
"Why Does Ramadan’s Date Change Each Year?" Orphan is Need. Diakses pada Februari 2026.
"The reason why Ramadan begins on a different date every year" Time Out. Diakses pada Februari 2026.
"Scientific Arguments of the Unified Global Hijri Calendar" Muhammadiyah. Diakses pada Februari 2026.