Planet venus (pexels.com/Zelch)
Dilansir Space.com, planet venus diselimuti oleh atmosfer yang sangat tebal dan padat, atmosfer terpadat di tata surya. Atmosfer venus terdiri dari karbon dioksida. Planet ini juga dilengkapi dengan awan asam sulfat. Karena atmosfernya yang memerangkap panas, venus memiliki permukaan terpanas di antara semua planet di tata surya.
Atmosfer venus terdiri dari 96% karbon dioksida, 3% nitrogen, dan 1% gas lainnya. Gas-gas lainnya ini terutama terdiri dari sulfur dioksida, karbon monoksida, uap air, helium, argon, dan neon, menurut NASA. Juga ditemukan sejumlah kecil oksigen dalam lapisan tipis atmosfer planet tersebut, meskipun itu adalah oksigen atom (O), bukan oksigen molekuler (O2) yang kita hirup. Sebagai perbandingan, atmosfer bumi terbentuk dari sekitar 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas lainnya.
Karena karbon dioksida sangat padat, atmosfer venus sekitar 93 kali lebih padat daripada atmosfer bumi. Jadi, jika seseorang berdiri di permukaan benus, maka rasanya seperti menanggung beban sebuah mobil kecil di setiap inci persegi tubuh manusia, atau seperti berada 0,6 mil di bawah permukaan laut di bumi tanpa alat pelindung apa pun, manusia akan langsung hancur tak tersisa.
Venus juga memiliki awan yang mengelilingi seluruh planet dan sebagian besar terbuat dari asam sulfat, dengan sejumlah kecil sulfur padat, asam nitrosilsulfat, dan asam fostat. Awan venus sangat tebal, di mana bagian utamanya membentang dari sekitar 30 hingga 42 mil di atas permukaan planet. Kabut lebih tipis mencapai sekitar 20 hingga 56 mil di atas permukaan.
Bagian atmosfernya pun terdiri dari tiga lapisan utama. Atmosfer bagian atas memiliki suhu yang sangat bervariasi dan membentang hingga 60 mil di atas permukaan. Di bawahnya terdapat atmosfer tengah atau stratosfer, kemudian bagian bawah ada troposfer yang membentang dari permukaan hingga sekitar 37 mil di atasnya dan berisi lapisan awan serta area bebas awan tepat di atas permukaan.
Bisa dibilang permukaan venus adalah benda terpanas di tata surya selain matahari. Bahkan lebih panas daripada permukaan merkurius, yang lebih dekat ke matahari. Hal ini disebabkan atmosfer venus yang tebal dan memerangkap panas, serta efek rumah kaca yang tak terkendali. Mengutip Space.com, permukaan venus panasnya dapat mencapai suhu 860 derajat Fahrenheit (460 derajat celcius), yang cukup panas untuk melelehkan timbal.